Veteran Perlu Dihargai

foto-sarasehan-dinsos-kota-6
Kasdim 0407 Bengkulu, Mayor Fathul Zuhdi saat memaparkan materinya dalam sarasehan yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu di Hotel Santika, kemarin (28/11).

BENGKULU, BE – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu menggelar sarasehan bersama veteran, mahasiswa, pelajar dan instansi terkait dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-71 di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (28/11).

Salah satu pemateri, Kasdim 0407 Bengkulu, Mayor Fatkhul Zuhdi mengatakan, menindaklanjutin intruksi Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, bahwa pahlawan merupakan salah satu indentitas berdirinya Indonesia, jadi tanpa jasa dan pengorbanan mereka tidak bisa masyarakat menikmati keadaan yang seperti saat ini.

“Ini merupakan salah satu jalan dan langkah kita untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan semuanya demi kemerdekaan Indonesia ini,” terang Fatkhrul.

Ia menjelaskan, dari jumlah penduduk 7 miliar lebih di dunia ini, semuanya bisa ada karena jasa para pahlawan kemerdekaan dan sangat penting jika semua jasa para pahlawan terus diukir di dalam jiwa dan raga generasi penerus bangsa ini.

“Sangat disayangkan jika para generasi saat ini tidak bisa memaknai arti penting dari pengorbanan para pahlawan,” tuturnya.

Selain itu, salah seorang pejuang Bengkulu, Muslihan DS mengatakan, Indonesia pernah dijajah selama 3 setengah abad, hal itu dikarenakan negara ini memiliki kekayaan yang banyak dan begitu subur menghasilkan rempah-rempah, sehingga untuk merebut kembali Bangsa Indonesia, dan para pahlawan rela mempertaruhkan semuanya termasuk nyawa dan keluarganya.

“Para para pahlawan perang dan berguguran pada saat itu, sehingga sudah sewajarnya saat ini kita hargai jasa-jasa mereka,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, para pejuang dulu memiliki 4 tugas yaitu sebagai perintis kemerdekaan, sebagai pejuang kemerdekaan, sebagai pembela kemerdekaan dan sebagai pahlawan kemerdekaan.

“Itu merupakan tugas veteran pada masa itu, tetapi saat ini semua terbilang diabaikan baik oleh pemerintah maupun generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia menuturkan, sudah sewajarnya para pahlawan yang berasal dari Provinsi Bengkulu untuk dijadikan pahlawan nasional.

“Kita ketahui Dr Hazairin dan Balai Buntar adalah salah satu pemimpin perang zaman dahulu dan merupakan pejuang Bengkulu, kenapa tidak dijadikan pahlawan nasional. Hal itu dikarenakan kita tidak mempunyai data dan fakta-fakta yang akurat sehingga ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah Kota Bengkulu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Rusli SPd MPd yang diwakili Sekretaris Dinsos Provinsi Bengkulu, Waim SE MM mengatakan, hanya bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawanlah yang akan menjadi bangsa yang besar, serta semangat dan tekadlah yang dapat mewujudkan bangsa ini semakin maju.

“Oleh sebab itu, dimulai dari sekaranglah kita harus lebih menghargai jasa para pahlawan dan para pejuang sehingga semangat mereka selalu tertanam dihati kita,” jelasnya.

Ia menyebutkan, fakto kemiskinanlah yang turut mendorong eksistensi partisipasi masyarakat menurun dalam menghargai jasa para pahlawan dan harus segera dicarikan solusi dan pemecah masalahnya.

“Ini merupakan tugas kita bersama dan setiap unsur harus saling bersinergi dan saling mendukung agar semua itu bisa terwujud,” tambahnya.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Sosial RI juga sudah menganggarkan untuk masalah perbaikan wisata sejarah yang ada saat ini khususnya di Provinsi Bengkulu, dan untuk pemberian gelar sejarah nasional pihaknya akan membentuk tim untuk mengumpulkan data, fakta yang akurat sehingga pahlawan Bengkulu bisa menjadi pahlawan nasional nantinya.

“Ini akan kita fasilitasi dan akan segera kita sampaikan ke Kementerian Sosial RI jika data dan faktanya sudah lengkap dan segera mungkin akan diberikan ke Presiden RI untuk persetujuannya,” tutupnya. (529)