Veteran Kecewa, Jasmerah Hanya Slogan

hari-pahlawan
Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti H bersama FKPD Provinsi Bengkulu saat menabur bunga di Taman Makam Pahlawan Balai Buntar, kemarin (10/11). (Foto EKO/BE).

BENGKULU, BE – Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan guna mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Namun kenyataannya, pahlawan dan keluarganya yang ada di Bengkulu minim perhatian pemerintah.

Buktinya, pada upacara Hari Pahlawan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, hanya ada satu orang veteran diundang, yakni Ketua Markas Daerah Veteran Provinsi Bengkulu, Mayor Infanteri (Purn) Fauzi M.
Sontak hal ini membuat ia marah dan kecewa. Sebagai bentuk kecewaannya, kakek 68 tahun ini bersusah payahmenahan airmatanya.

“Undangan itu hanya ditujukan untuk ketua. Kenapa veteran lainnya tidak diundang. Apa provinsi ini tidak tahu veteran, lalu apa artinya Hari Pahlawan. Omong besar semua,” ujar Fauzi dengan nada keras usai mengikuti upacara.

Tidak hanya diundang sorang sendiri, tempat duduknya pun dipisahkan dari tamu undangan lainnya. Ia tidak diberikan tempat duduk dibawah tenda VIP bersama pejabat dan FKPD lainnya, melainkan duduk bersama barisan oranisasi kepemudaan.

Bahkan usai upacara, ia pun tidak disalami oleh Gubernur Ridwan Mukti maupun pejabat lainnya.

“Kami bukan mau dihormati atau gila hormat, tapi cuma ingin dihargai. Duduk saya pun harus dipisahkan tidak seperti pejabat lain,” ungkapnya.

Fauzi mengatkan, veteran saat ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga jas merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah) hanya sebatas slogan.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih abai dengan kondisi veteran. Bukan soal pribadi, tapi soal samangat kebersamaan veteran yang tak mampu dibangun oleh pemerintah. Mereka jarang sekali diundang dalam acara-acara resmi pemerintahan.

“Sejak 4 tahun saya menjabat sebagai ketua, kami veteran jarang sekali diundang oleh pemerintah provinsi untuk menghadiri acara,” ungkapnya.

Apalagi untuk kesejahteraan masing-masing veteran. Untuk bantuan sekretariat saja, tak penah sama sekali diberikan. Walapun ada beberapa kabupaten/kota yang masih sedikit memberi bantuan.

“Dulu anggaran sekretariat kami ada bantuan dari pemeritah pusat Rp 100 ribu perbulan. Semenjak dihapus pada dua tahun lalu, sehingga tidak ada anggaran lagi. Sedangkan pemerintah provinsi seperser pun tidak pernah bantu kami,” tambahnya.

Untuk kesejahteraan, lanjutnya, veteran yang saat ini berjumlah 131 orang tersebar di Provinsi Bengkulu ini hanya mengandalkan uang tunjangan dan pensiun saja. Khusus Veteran Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI) hanya mendapatkan bantuan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,8 juta perorang.

Untuk veteran pembela yang terdiri dari veteran Operasi Trikora, Dwikora dan Operasi Seroja hanya mendapatkan Rp 1,45 juta perorang. Sementara veteran perdamaian yang bertugas di luar negeri mendapatkan fasilitas pemakaman pahlawan. “Uang yang kita punya inilah yang bisa kita pakai untuk keperluan sehari-hari dan kadang untuk iuran kegiatan bersama,” beber Fauzi.

Meski perhatian pemerintah tidak ada, ia berharap minimal pemerintah harus mengingat perjuangan pahlawan. Banyak yang bisa dilakukan, seperti pembangunan monumen pahlawan atau pengembangan makam pahlawan yang saat ini hanya dimiliki oleh 4 kabupaten dan provinsi saja, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Pemda Provinsi, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara.

Gub: Belum Memenuhi Standar

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti mengaku tidak disapanya veteran yang hadir ataupun diundang karena tidak memenuhi standar prosesi Hari Pahlawan. Waktu yang tergesa-gesa, membuat gubernur tidak sempat bersalaman, bahkan menyapa veteran tersebut.

“Ini pangalaman baru, prosesi Hari Pahlawan juga belum memenuhi standar, karena gubernur juga tidak diajak untuk melakukan tabur bunga di laut,” ujar RM.

Ia mengatakan, hal ini menjadi catatan penting untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November kedepan agar semua veteran dapat dilibatkan pada semua kegiatan, mulai dari renungan suci, makan bersama, upacara pagi hingga datang secara rama-ramai, tabur bunga baik di makam pahlawan maupun di laut.

“Harusnya ada pemberiaan cenderamata untuk veteran. Kedepan kita akan coba bangun kembali kebersamaan dengan veteran ini,” tegasnya.

Sementara untuk kesejahteraan sendiri, ia mengaku selama ini pemprov telah mencoba untuk memberikan uang penghargaan satu tahun sekali. Dimana hal ini dilakukan pada setiap peringatan 17 Agustus dengan memberikan uang penghargaan sebesar Rp 1 juta untuk satu orang veteran.

“Dalam satu tahun sekali, kita sudah memberikan uang penghargaan,” tambah RM.

Jangan Lupakan Pahlawan

Di bagian lain, Komandan Korem 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Andi Muhammad mengatakan, sebagai penerus bangsa jangan sampai melupakan sejarah. Tanpa ada jasa pahlawan, maka kemerdekaan NKRI tidak akan terjadi. “Jangan sampai melupakan sejarah. Semangat pahlawan harus terus kita kembangkan,” ungkap Andi.

Zaman kemerdekaan, pahlawan berkorban dan berjuang tanpa pamrih. Bahkan nyawa pun dikorbankan untuk mempertahankan NKRI. Untuk itu, pemerintah juga harus terus ikut dan aktif untuk memperhatikan para pejuang dan kesejahteraannya.

“Respon pemerintah terhadap veteran masih bagus. Tapi harus lebih ditingkatkan lagi walapun hanya sekedar bersilahturahmi dan berkomuniasi saja,” tandasnya.

 Wawali Minta Jaga Persatuan

Wakil Walikota Bengkulu Ir Patriana Sosialinda mengajak para generasi penerus bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Hal ini disampaikannya dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Jantor Walikota, kemarin (10/11).

“Jasa pahlawan harus kita pupuk agar tumbuh di dalam jiwa kita masing-masing sehingga mudah untuk kita menjaga persatuan dan kesatuan itu,” ujar Wawali yang menjadi Inspektur Upacara.

Ia juga meminta agar seluruh masyarakat Indonesia terkhusus di Kota Bengkulu untuk memahami pentingnya menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Serta menyatukan langkah, niat dan tujuan untuk mempertahankan keutuhan bangsa.

“Satukan langkah untuk negeri ini itulah cara kita mengisi kemerdekaan ini, sebagai bentuk terimakasih dan apresiasi kita kepada para pahlawan,” terangnya.

Bentuk penghargaan tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai tindakan positif dan membangun, termasuk menghargai dan meminimalisir perpecahan antar sesama warga negara. Apalagi dengan kondisi saat ini, penting bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi kemajuan bangsa di masa yang akan datang.

” Dalam sila ke-3 sudah dijelaskan tentag Persatuan Indonesia,” sambungnya.

Peringatan Hari Pahlawan yang digelar Pemerintah Kota Bengkulu ini dihadiri unsur Forum Kerja Perangkat Daerah (FKPD) dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), serta para veteran kemerdekaan, hingga perwakilan pelajar.

Upacara ini sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2016.

Wawali juga meminta agar seluruh stakeholder dan pejabat pelayan publik lainnya untuk senantiasa meningkatkan pelayan kesehatan. Karena untuk menjaga persatuan bangsa maka kesehatan harus terjaga.

“Terus kita tingkatkan bagaimana kita mencapai standar nasional kesehatan kita untuk hidup secara sehat agar kita menjadi bangsa yang sehat, karena didalam tubuh yang sehat terhadap jiwa yang kuat,” pungkasnya. (805/151)

JUMLAH VETERAN DI PROVINSI BENGKULU

DAERAH JUMLAH
Kota Bengkulu 42
Rejang Lebong 35
Bengkulu Utara 13
Bengkulu Selatan 18
Bengkulu Tengah 23