Usus Sehat Dapat Melindungi Anda dari Alzheimer

Ilustrasi. Foto: Hufftington Post
Ilustrasi. Foto: Hufftington Post

Apr 9, 2017 @ 14:00

jpnn.com – Alzheimer adalah penyakit kronis yang menyerang otak Anda. Namun, kesehatan usus ternyata ikut mempengaruhi perkembangan penyakit ini.

Kini, sebuah studi baru dari Lund University di Swedia menemukan bahwa mikrorganisme usus yang tidak sehat bisa mempercepat perkembangan Alzheimer.

Laporan yang dipublikasikan dalam journal Scientific Reports menunjukkan bahwa tikus dengan alzheimer memiliki profil bakteri usus berbeda dari yang mengidap penyakit tersebut.

Mikroorganisme usus sangat responsif terhadap faktor makanan dan gaya hidup. Ini menunjukkan bahwa diet usus sehat mungkin memainkan peran yang kuat dalam mencegah salah satu penyakit paling ditakuti di Amerika.

“Alzheimer adalah penyakit yang bisa dicegah dan dalam waktu dekat para ilmuwan mungkin akan bisa memberikan saran tentang apa yang harus Anda konsumsi untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut,” kata penulis studi, Dr Frida Fak Hållenius seperti dilansir laman MSN, Kamis (6/4).

Jaga bakteri usus Anda dengan mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Dalam studi baru, Hållenius dan rekan-rekannya mengungkapkan hubungan sebab akibat langsung antara bakteri usus dan tanda-tanda alzheimer pada tikus.

Ketika sekelompok tikus sehat dijajah dengan bakteri dari tikus dengan alzheimer, mereka mengembangkan suatu plak otak yang mengindikasikan timbulnya alzheimer.

Timbulnya plak beta-amyloid diantara sel-sel saraf di otak adalah penanda utama dari penyakit alzheimer. Plak ini berupa gumpalan protein lengket yang menumpuk antara neuron otak, mengganggu sinyal dan berkontribusi terhadap pembunuhan bertahap dari sel-sel saraf.

“Kami belum tahu bagaimana bakteri ini bisa memengaruhi patologi otak, kami sedang menyelidikinya,” kata Hållenius.

“Kami berpikir bahwa bakteri bisa memengaruhi T-sel dalam usus yang bisa mengendalikan proses inflamasi baik di usus maupun otak,” jelas Hållenius.

“Microba sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh,” tambah Hållenius.

Apa pun yang terjadi di saluran pencernaan bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dengan mengubah komposisi usus mikrobiota, maka Anda juga akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Penelitian ini bukanlah yang pertama yang meneliti kaitan antara microbiome dan perkembangan penyakit Alzheimer.

Suatu makalah yang diterbitkan di jurnal Frontiers di Seluler Neuroscience pada tahun 2014 lalu, dimana peneliti menemukan 10 cara yang berbeda dari microba yang bisa berkontribusi terhadap perkembangan penyakit alzheimer, termasuk infeksi jamur dan bakteri dalam saluran usus.

“Kontribusi dari mikroba dalam beberapa aspek fisiologi manusia dan neurobiologi dalam kesehatan hingga kini masih belum sepenuhnya dihargai,” jelas para peneliti.(fny/jpnn)