Upacara Menjara, “Mengandun” Beruji Dol

Festival Tabot Bengkulu 2015

Menjara artinya mengandun (bahasa Bengkulu) atau berkunjung dengan mendatangi kelompok keluarga yang lain untuk beruji Dol (lomba membunyikan Dol). Dol merupakan sebuah alat musik tradisional masyarakat melayu Bengkulu.

Pada acara Tabot, menjara ini dilakukan dua kali pada dua tempat, yaitu pada tanggal 06 Muharram kelompok Tabot Bangsal mendatangi kelompok Tabot Berkas dan pada tanggal 07 Muharram, sebaliknya kelompok Tabot Berkas mendatangi kelompok Tabot Bangsal.

Acara ini berlangsung dilapangan terbuka yang disiapkan oleh masing masing kelompok dan dilakukan pada sekitar pukulu 20.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib.

Upacara Menjara merupakan sebuah perjalanan panjang di malam hari. Menjara atau beruji Dol ditamsilkan sebagai saat-saat terjadinya peperangan antara Husien dan Kaum Yazid.

Ritual menjara (saling menyerang) dilakukan di lapangan terbuka dengan diiringi bunyian Dol dan Tassa yang bertalu-talu pada malam hari sekitar pukul 20.00 s/d 24.00 Wib. (Dil)

Berikut foto-foto pada Upacara Menjara pada Festival Tabot 2015 di Bengkulu

Foto – Rio Susanto