Unib, Universitas Pertama Adakan Kontes Batu Akik

Penilaian kontes batu oleh juri

BENGKULU, BE – Kontes batu akik yang diselenggarakan di halaman Fakultas Teknik dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-33 Unib, ditanggapi secara antusias oleh masyarakat.  Terbukti di hari pertama, jumlah peserta mencapai 350.  Acara ini berlangsung dari tanggal 20-22 April 2015. Dalam kegiatan ini, Unib menjadi universitas yang pertama menyelenggarakan kontes batu akik.  Hal ini disampaikan oleh Rektor Unib Dr. Ridwan Nurazi, SE, M.Sc dalam sambutannya di acara pembukaan, kemarin (20/4).
“Apresiasi yang sangat besar dengan terselenggaranya kegiatan ini, dan Unib telah menjadi pelopor tentang peduli pengembangan batu akik. Karena, Unib sebagai yang pertama melakukan kontes batu tingkat universitas. Selanjutnya, Universitas Indonesia (UI) juga akan menyelenggarakan pula. Bahkan, kabarnya Universitas Sriwijaya juga baru akan melakukan kontes batu,” papar Ridwan.
Kegiatan kontes batu ini juga diikuti peserta yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Padang, Lubuk Linggau, Jambi dan kota lainnya.   Disampaikan pula, karena pendaftaran masih terus dibuka selama acara kontes diperkirakan jumlah peserta bisa meningkat hingga 400-an.
Selain itu, kontes batu ini memperebutkan hadiah utama Trophy Rektor dan 1 unit mesin pengasah moderen Diamond Diks yaitu mesin ini penemuan baru asal Kota Solo, dan belum pernah digunakan di Bengkulu. Untuk terselenggaranya acara ini Unib bekerja sama dengan team majalah Indonesia GemStone (IGS) dan team tabloid Lobbi.
“Jika acara ini berhasil dan diakui oleh masyarakat luas, maka harapannya ke depan event ini wajib dilakukan sebagai agenda tahunan,” tambah Rambat.
Adapun kategori kontes yakni jenis Chalcedony putih, kuning, jingga, dan merah. Kemudian, batu unik dan antik, batu bergambar hewan/tumbuhan bebas, batu bergambar tokoh/orang bebas, batu pemandangan bebas, dan motif teratai.
Ketua penyelenggara, Ir Kanang Setyo Hindarto MSc yang ditemui BE kemarin menjelaskan, untuk hari pertama lomba difokuskan dulu pada kategori Chalcedony, dan pemenangnya diumumkan secara langsung kepada peserta. Sedangkan untuk kategori batu unik dan antik, batu bergambar hewan/tumbuhan bebas, batu bergambar tokoh/orang bebas, batu pemandangan bebas, dan motif teratai akan dilombakan pada tanggal 21 April 2015.   Untuk juri yang menilai yakni sebanyak 4 orang dari IGS dan tabloid Lobbi yang telah profesional dalam menilai batu.
Adapun pemenang batu untuk kelas Chalcedony, yakni Chalcedony white juara I dimenangkan oleh Leery, juara II oleh Aries Taven, juara III oleh Rizki Ariandi.
Sedangkan kelas Chalcedony Yellow, juara I oleh Rosikun, juara II Panca Jaya, juara III Satria Irawan. Dan untuk Chalcedony orange, juara I diraih oleh Syahroni Lon Conero, juara II Jemi Effendi, dan juara III dimenangkan oleh Lerry A.
“Sejauh ini peserta bisa menerima kekalahannya dan tidak ada yang melakukan protes, karena juri tidak hanya melakukan penilaian saja. Tetapi juga menjelaskan kepada peserta dimana letak kesalahan batunya, dan juga menjelaskan apa alasan juri memilih salah satu batu sebagai pemenang. Penilaian batu dilakukan secara terbuka oleh juri sehingga siapa pemenang dan siapa yang kalah ditentukan secara adil,” jelas Kanang.
Tak hanya itu, selain kontes Unib telah memfasilitasi 40 stand yang digunakan untuk pameran batu akik secara gratis dengan luas 2×2 meter.
Dari pantauan BE kemarin, terlihat masyarakat baik mahasiswa maupun warga dari luar memadati stand pameran  bahkan tampak beberapa PNS yang singgah untuk berkunjung ke stand pameran batu akik ini. Terlebih lagi pada tanggal 21 dan 22 April bertepatan dengan hari yudisium dan wisuda Unib sehingga pameran batu dan kontes batu akik ini akan semakin dipadati oleh masyarakat dari berbagai daerah se-Indonesia.
Selain itu, Kanang juga menjelaskan, penyerahan hadiah untuk pemenang akan dilakukan pada tanggal 22 April 2015 secara serentak. adapun hadiah yang didapatkan berupa Piala, sertifikat Nasional yang ditandatangani langsung oleh ahli batu di Jakarta, kemudian uang pembinaan untuk juara I sebesar Rp 2 juta, juara II Rp 1 juta, dan juara III Rp 700 ribu.
“Untuk batu yanbg mendapatkan juara I,II,dan III akan dipajang pada hari terakhir nanti. Selain itu, pemenang akan mendapatkan kesempatan mengikuti kejuaraan piala presiden 2015 di Jakarta,” tutur Kanang. (cw3)