Uni Eropa Resmi Terima Surat Cerai dari Inggris

Bengkulu
Tim Barrow (kiri) menyerahkan surat kepada Donald Tusk di Brussels. Foto: AFP

jpnn.com, BRUSSELS – Pemerintah Inggris secara formal sudah melayangkan surat Brexit, permohonan berpisah dengan Uni Eropa Rabu (29/3/2017). Ini adalah awal dari akhir hubungan yang berlangsung selama 44 tahun.

Theresa May, PM Inggris memastikan kalau Inggris sudah mengaktifkan Article 50 dalam Traktat Lisbon. Dalam Traktat Lisbon pasal 50 itu ada perjanjian yang disepakati negara-negara ketika membentuk UE. Dalam pasal tersebut diatur tahap-tahap yang harus dimulai jika ada negara yang ingin meninggalkan UE. ”Ini adalah momen bersejarah yang tidak bisa dibalik lagi. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa,” kata May di hadapan Parlemen di London, Inggris.

Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa, Tim Barrow, pun sudah menyerahkan surat notifikasi formal enam halaman kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk di Brussels. Barrow tiba di markas besar Dewan Eropa Rabu (29/3) pagi. Menumpang Jaguar hitam, Barrow membawa tas hitam yang berisi surat resmi permintaan Inggris untuk melepaskan diri dari EU.

Ya, sembilan bulan yang lalu Inggris menghelat referendum yang menghasilkan keputusan untuk keluar dari EU. Sepanjang waktu itu, pro dan kontra terus berlangsung. Tidak hanya di luar Inggris, di dalam negeri pun bergolak. ”Ini adalah hari yang luar biasa,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson yang mendukung referendum.

Namun, perpisahan dengan EU sepertinya tidak akan semudah dibayangkan. Pemimpin EU lain bakal memastikan perceraian itu akan pahit. Pasalnya, mereka tidak ingin negara lain juga memiliki niat untuk keluar dari EU.

Tusk yang menerima surat May pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. ”Tidak ada alasan untuk berpura-pura kalau ini adalah hari bahagia. Tidak di Brussels atau di London. Lagi pula, bagi seluruh rakyat Eropa, termasuk separo pemilih Inggris, berharap kita selalu bersama tidak terpisah. Buat saya, saya tidak akan berpura-pura bahagia hari ini,” kata Tusk.

Tetapi, Tusk menambahkan kalau Brexit membuat 27 negara di EU lebih bersatu dan fokus. ”Apa yang bisa saya tambahkan? Kami bahkan sudah kangen kalian,”sambungnya.

Setelah ini lantas apa? Bak pasangan suami istri yan bercerai, proses negosiasi antara Inggris dengan EU pun dimulai. Berlangsung sekitar dua tahun, pembahasan utamanya adalah masalah perdagangan Inggris dengan negara anggota EU. Plus, nasib warga negara EU yang tinggal di Inggris dan sebaliknya. (bbc/cnn/tia/jpnn)