UNDP Siap Bantu Bangun Bengkulu

er
BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd terus bergerilya, baik dalam cakupan nasional maupun internasional untuk mendapatkan bantuan membangun Provinsi Bengkulu. Terbuktinya, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (16/4), gubernur yang akrab disapa Ustadz Junaidi Hamsyah (UJH) ini menggelar pertemuan dengan country director atau Direktur UNDP (United Nations Development Programme) untuk Indonesia  Mrs. Beate Trankmann di kantor UNDP di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, UJH memaparkan berbagai pemasalahan dan kendala pembangunan di Provisni Bengkulu, khususnya berkaitan dengan investor bidang perkebunan maupun pertambangan. Sebab, hingga saat ini perkebunan dan pertambangan besar yang beroperasi di Bengkulu sama sekali tidak memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah ini, akibatnya pembangunan hanya mengandalkan APBD Provinsi Bengkulu dan APBN yang jumlahnya sangat terbatas.
Selain itu, UJH juga menyampaikan minimnya perhatian pemerintah pusat dan dunia atas upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menjaga sekitar 46 persen hutan lindung yang ada di Provinsi Bengkulu. Menjaga hutan ini merupakan salah satu tugas terberat Pemerintah Provinsi Bengkulu, karena selama ini pemerintah pusat dan dunia tidak memberikan perhatiannya.
“Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat berkomitmen untuk menjada dan melestarikan hutan guna diwariskan kepada generasi kita yang akan datang. Namun perhatian dari pemerintah pusat dan dunia juga kita harapkan, karena hutan yang ada di Bengkulu ini menjadi bagian dari paru-paru dunia. Andaikan hutan tersebut terbakar, terdapat beberapa daerah dan negara tetangga yang merasakan dampaknya,” kata UJH.
Menurut UJH, beratnya menjaga hutan tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat Bengkulu hidup berdampingan atau berbatasan langsung dengan hutan tersebut. Disisi lain masyarakat dituntut untuk tidak merusak hutan itu, namun masyarakat sendiri tidak dihargai upayanya untuk menjada hutan.
“INi rasanya kurang tepat, masyarakat diminta menjaga dan melestarikan hutan, sedangkan masyarakat sendiri butuh makan. Nah tolak belakang seperti inilah yang bisa menjadi masalah sulitnya menjada hutan. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Bengkulu tetap berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan hutan yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.
Mendengar pemaparan UJH tersebut, Direktur UNDP, Mrs. Beate Trankmann pun memberikan apresiasi atas komitmen gubernur Bengkulu tersebut.
Selain itu, Mrs. Beate Trankmann juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung dan membantu Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mengatasi berbabagai permasalahan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian alam.
UNDP juga akan membntu membuat kajian pola pembangunan sesuai dengan karakteristik dan kondisi Provinsi Bengkulu.
Dipenghujung pertemuan, UJH langsung mengundang direktur UNDP ke Bengkulu guna mengetahui lebih jauh permasalahan yang ada di Bengkulu dan disepakati akan ada pertemuan lanjutan dan kunjungan UNDP ke Bengkulu dalam waktu dekat ini.(400)