UNBK TERGANGGU LISTRIK MATI

UNBK
TELITI: Peserta UNBK di SMAN 3 Kota Bengkulu sedang mengerjakan soal ujian Bahasa Indonesia pada hari pertama pelaksanaan UNBK jenjang SMA/MA, Senin (10/4). (Foto RIO/BE).

SEJUMLAH Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madarasah Aliyah (MA) melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terganggu dengan jaringan listrik yang mati berkali-kali serta kendala koneksitas server ke pusat.

HARI pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), diwarnai dengan adanya pemadaman lampu selama 30 menit, sehingga sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengalami kendala.

Adapun sekolah yang mengalami jalur pemadaman oleh PLN yaitu kawasan Kelurahan Kampung Bali Kota Bengkulu yaitu SMA Muhammadiyah 1, 4 dan SMAN 6 Kota Bengkulu. Pemadaman listrik terjadi ketika pelaksanaaan UNBK gelombang ke 2 telah berlangsung lebih kurang selama 20 menit.

Akibatnya, sekolah yang menggunakan komputer atau PC harus menerima kenyataan jika pelaksanaaannya harus diulang lagi.

Ketua pelaksana ujian sekaligus Kepala Sekolah SMA Muhamaddiyah 1, Pirwan Dahiwi MPd, mengatakan dalam kejadian mati lampu ini, dirinya mendapatkan informasi jika hanya di kawasan Kelurahan Kampung Bali yang mengalami mati lampu, sehingga 3 sekolah yang berada di kawasan tersebut sebagian harus mengulang lagi dari awal.

“Di kawasan Kampung Bali ada 3 SMA yang mengadakan UN yaitu SMA Muhammadiyah 1, 4 dan SMAN 6,” sampaiannya, kemarin (10/4).

Akibat adanya pemadaman lampu ini, membuat aktifitas kegiatan UN menjadi molor, terutama sekolah yang menggunakan komputer dan tidak memiliki UPS yang harus menghidupkan terlebih dahulu Genset agar pelaksanaan UN bisa kembali dilaksanakan yang kembali harus menunggu waktu karena yang menghidupkan genset bukan orang sembarangan.

“Kita membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit agar bisa kembali melaksanakan ujian,” jelasnya.

Dengan adanya pemadaman aliran listrik ini, selain terganggu pelaksanaannya karena para siswa maupun pengawas atau pihak sekolah merasa cemas, juga membuat para siswa terganggu dengan suara genset yang hanya bejarak berapa puluh meter saja dari ruangan ujian.

“Ya kita memang terganggu dengan suaranya, tetapi harus bagaimana lagi kerana genset suara mesinnya kencang,” ucapnya.

Dengan adanya pemadaman ini, Pirwan, sangat berharap akan kerjasamanya dari pihak PLN untuk tidak memutuskan aliran listrik, karena sangat mengganggu pelaksanaan UN. Padahal pihak pemerintah sudah meminta kepada pihak PLN agar tidak memadamkan lampu ketika pelaksanaan UN.

“Ya saya harap untuk UN selanjutnya tidak ada lagi pemadaman lampu seperti tadi,” ucapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu, Basirwan SPd, merasa tidak terlalu dirugikan dengan adanya pemadaman listrik.

Hal ini dikarnakan untuk semua perangkat seperti Server atau aliran jaringan semuanya telah dipasang UPS, sementara untuk pelaksanaannya mereka menggunakan Laptop. “Syukur kita menggunakan Laptop jadi ketika mati lampu masih ada cadangan batrenya dan ujian kita terus berlangsung,” sampaiannya.

Basirwan menambahkan, pada saat pelaksanaan UN, sebenarnya para siswa tidak mengetahui jika adanya pemadaman aliran listrik. Diketahui karena pendingn ruangan (AC) didalam ruangan ujian tidak hidup sehingga menjadikan ruangan menjadi cukup panas karena tidak ada udara yang masuk.

“Ketika mati, kita cepat-cepat menghidupkan genset agar mereka tidak pecah konsentrasinya,” ucapnya.

Listrik juga menjadi kendala pelaksanaan UNBK di Kabupaten Kaur. Para siswa SMA yang sedang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin (10/4) kemarin, benar-benar dibuat kesal.

Bukan karena sulitnya soal ujian, namun karena komputer yang mereka gunakan mati berkali-kali karena aliran listrik padam. Untungnya hal itu bisa diantisipasi pihak sekolah dengan menggunakan genset, sehingga pelaksanaan UNBK bisa diteruskan.

“Kendala kita di hari pertama UNBK ini adalah listrik. Karena baru 30 menit siswa menghidupkan komputer, listrik sudah dua kali mati mendadak,” kata Kepala MAN 1 Kaur, Widodo MPd, saat ditemui BE disela-sela pengawasan UNBK, kemarin (10/4).

Pantauan BE kemarin (10/4), insiden mati lampu berlangsung selama sekitar 10 menit. Namun, pelaksanaan UNBK hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat dilanjutkan meskipun kejadian tersebut setidaknya berdampak pada mental psikologis peserta UN.

Menurut Widodo, hari pertama UNBK diakuinya sedikit diwarnai insiden mati lampu. Kendati insiden tersebut tidak berdampak pada hasil pengisian para peserta UN yang secara otomatis tersimpan di server, namun setidaknya menghambat waktu dan mengganggu mental para peserta.

“Listrik padam saat berlangsungnya UNBK di hari pertama di sesi pertama. Sekitar 10 menit, listrik menyala kembali, para peserta dapat melanjutkan soal tanpa mengulang dari awal lagi karena hasil pengisian sudah secara otomatis tersimpan di server,” terangnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kaur, M. Jalil SPd Ing, juga mengakui jika kendala utama dalam UNBK hari pertama ini masalah listrik. Sebab pemadaman listrik tersebut terjadi pada pukul 09.00 WIB, sehingga membuat komputer para peserta UNBK mengalami pemadaman dan mati total. Namun pihak sekolah sigap, lantaran langsung menyediakan genset sehingga persoalan tersebut cepat teratasi.

“Waktu mati lampu itu kita hidupkan genset, karena memang sebelumnya sudah kita siapkan. Dan Alhamdulillah untuk UNBK hari pertama ini lancar meskipun ada gangguan sedikit,” terangnya.

Dilanjutkan Jalil, untuk pelaksanaan UNBK yang diikuti tiga sekolah yakni SMAN 1 Kaur, SMAN 10 Pentagon dan MAN 1 Kaur, diikuti sebanyak 339 siswa yang UNBK.

Sedangkan UNKP diikuti sebanyak 780, ada pun waktu pelaksanaannya dalam satu hari dibagi menjadi tiga sesi atau tiga gelombang dan disesuaikan dengan jumlah unit komputer yang dimiliki sekolah. “Untuk pelaksanaannya kami siapkan dua ruangan dengan jumlah total 60 unit komputer yang ada.

Untuk para peserta, dibagi menjadi tiga sesi, untuk sesi pertama dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan sesi terakhir hingga batas waktu pukul 16.00 WIB,” teranganya.

Ditambahkan Jalil, dihari pertama hari pertama, UNBK dan UNKP tingkat SMA di Kabupaten Kaur. Dari 1,130 peserta UNBK dan UNKP itu hanya 1,119 siswa, sedangan 11 siswa tidak mengikuti UNBK dan UNKP 2017 dikarenakan lebih memilih nikah dan drop out (DO). Secara otomatis, 11 siswa tersebut dipastikan tidak lulus UN.

“Untuk hari pertama UN ini yang tidak hadir ada 11 siswa, mereka alasannya karena ada yang sudah nikah dan DO,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kaur H. Arsan Suryani M HI yang memantau langsung pelaksaan UNBK di MAN Kaur kemarin, (10/4). Arsan mengakui jika kendala utama dihari pertama ini masalah listrik. Namun ia berharap dengan adanya kejadian padamnya listrik saat UNBK, pihaknya berharap agar tidak ada kejadian serupa di hari berikutnya selama UNBK.

“Meskipun ada gangguan dari listrik UNBK kita hari ini lancar, dan kita harap nanti selama UNBK ini tidak ada gangguan lagi. Juga kepada para siswa tetap semangat, dan tetap percaya diri,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Manager PLN Rayon Bintuhan Edwardus, kepada wartawan menyebutkan, bahwa pihaknya mohon maaf atas pemadaman yang menyebabkan gangguan pada pelaksanaan UNBK tersebut.

Untuk antisipasi pemadaman sudah dimaksimalkan agar tidak terjadi, jika memang ada, maka akan diprioritaskan untuk segera dinyalakan kembali, terutama pada lokasi pelaksanaan UNBK. “Kami mohon maaf, kejadian ini di luar kendali kami, karena adanya gangguan jaringan, dan akan kita dukung terus pelaksanaan UN ini agar dapat berjalan dengan lancar,” singkatnya.(614/618)