UNBK Banyak Kendala, Harus Dievaluasi

Wagub Pantau UN
PANTAU: Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memantau pelaksanaan hari pertama UNBK jenjang SMA/MA di SMAN 3 Kota Bengkulu, Senin (10/4). (Foto RIO/BE).

BENGKULU, BE– DPRD Provinsi Bengkulu bakal mengevaluasi proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) digelar jenjang SMA/MA. Pasalnya, dalam sidak yang digelar di SMA N 6 Kota kemarin (10/4) dewan menemukan proses ujian harus dihadapkan dengan gangguan aliran listrik atau mati lampu. Sehingga proses ujian menggunakan komputer harus terhenti beberapa menit dan dilanjutkan menggunakan alat bantuan genset untuk mengaliri arus listrik.

“Di sekitar Kelurahan Kampung Bali hari ini memang ada pemadaman arus listrik oleh PLN. Ini menjadi catatan kita sebagai bahan evaluasi pada UNBK mendatang,” terang Wakil Ketua (Waka) III DPRD Provinsi Bengkulu, H Elfi Hamidy Marah Sudin SH MH kepada BE, dalam sidaknya kemarin (10/4).

Dikatakannya, seharusnya ganguan arus listrik ini tidak harus terjadi. Mengingat persiapan UNBK sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Untungnya, proses UNBK sendiri tidak sampai mengakibatkan para siswa harus gagal mengikuti ujian. “Kita sudah tanya tadi, syukurlah panita cepat untuk mengatasi masalah ini dengan menyiapkan diesel listrik,” tambahnya.

Sidak yang digelar Elfi bersama 3 anggota komisi IV Sefty Yulisnah, Raharjo Sudiro dan Riswan Veri ini juga menyambangi SMA 5 Kota Bengkulu. Namun dalam sidak tersebut, tidak ditemukan kendala dalam proses ujian.

“Dalam proses persiapan sudah berjalan baik, tinggal lagi hal-hal yang memungkin terjadi harus cepat ditindak lanjut. Sehingga ujian dalam berjalan dengan lacar,” tegas Elfi.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Raden Wahyu Dharma Priatna SH MM mengatakan gangguan atas matinya listrik sudah di koordinasikan bersama PLN. Semua sekolah juga telah diinstruksikan untuk menggunakan genset.

“Sudah kita atas dengan menggunakan genset. Termasuk dengan PLN juga telah kita koordinasikan, atas gangguan itu,” ujar Wahyu.
Selama proses ujian dalam dua hari kedepan, semua sekolah diminta untuk mempersiapkan genset. Sehingga ketika mati lampu nantinya dapat cepat diatasi. “Kepada sekolah juga telah kita ingatkan untuk mempersiapkan genset. Jangan sampai nantinya proses ujian dapat terganggu,” tagasnya.

Disisi lain, Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu, Darmawati MPd mengatakan agar gangun listrik tidak lagi terjadi, sekolahnya juga telah menyiapkan genset. “Kita juga sudah siap untuk genset, ketika nantinya mati lampu. Kita berharap tidak ada lagi gangguan listrik,” pungkas Darmawati.

Wagub Pantau UNBK

Wakil Gubernur Bengkulu, DR drh H Rohidin Mersyah mengapresiasi peran masyarakat/walimurid dalam merealisasikan pendidikan yang bagus. Sehingga UNBK ini dapat diwujudkan. Masih adanya daerah yang sebagian belum menerapkan UNBK, serta masih kurangnya sarana dan prasarana pun tidak ditampik Rohidin Mersyah untuk itu kedepan akan dievaluasi.

“Pelaksanaan UNBK perlu persiapan jauh-jauh hari, dan ini bukan hanya program prioritas pembangunan baik kabupaten/kota, provinsi dan nasional,” cetusnya.

Terkendalanya sarana dan prasarana itu, kedepan harus ada syaring kemampuan bidang keuangan, karena keuangan di tingkat nasional dan provinsi terbatas,” Teknisnya perlu dibicarakan sehingga program nasional jangan tidak bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara peserta Ujian Nasional di Kota Bengkulu tercatat 4.122 peserta. Rincian 3.375 peserta UNBK berlangsung di 14 sekolah dan 745 peserta UNKP dari 15 lembaga diketahui 17 siswa tidak hadir, dikarenakan 1 Sakit dan 16 Drop Out (DO).

Kemudian satu peserta melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak, inisial El karena kasus jambret.

“Hari pertama UN, diketahui 1 siswa ujian di lapas, kemudian 17 siswa tidak hadir,” kata Koordinator Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Bengkulu, Sugiman SPd.(151/247)