UNBK Banyak Kendala : Diserang Virus, Listrik Mati, Internet Macet

RIO/Bengkulu Ekspress BERJUANG: Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di SMAN 7 Kota Bengkulu sedang mengerjakan soal, Senin (9/4).
RIO/Bengkulu Ekspress BERJUANG: Peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di SMAN 7 Kota Bengkulu sedang mengerjakan soal, Senin (9/4).

 RIO/Bengkulu Ekspress TINJAU: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun meninjau pelaksanaan UNBK tingkat SMA di SMAN 7 Kota Bengkulu, Senin (9/4).
RIO/Bengkulu Ekspress TINJAU: Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun meninjau pelaksanaan UNBK tingkat SMA di SMAN 7 Kota Bengkulu, Senin (9/4).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Provinsi Bengkulu menemui banyak kendala, mulai serangan virus, listrik mati, hingga internet lemot.

Informasi dikumpulkan Bengkulu Ekspress di lapangan, hujan lebat dibarengi petir terjadi Minggu malam, diduga menyambar tower internet sekolah.

Kasus tersambar petir dialami di beberapa sekolah di daerah, seperti Bengkulu Utara dan Kabupaten Seluma. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Drs. Budiman Ismaun M.Pd melalui Ketua Panitia UN Provinsi Bengkulu, R. Wahyu D.P saat dikonfirmasi membenarkan tragedi tower internet sekolah disambar petir.

“Iya memang ada tower internet yang terbakar, tapi UNBK sudah berjalan baik, ” ucapnya.

Hal ini juga dibenarkan koordinator Proteksnas UNBK, Jefrinaldi, dia menuturkan kendala jaringan internet macet dialami kabupaten Bengkulu Utara. Pasalnya jaringan internet di kawasan Kerkap disambar petir. Sehingga salah satu sekolah saat ujian sesi pertama tidak bisa mengunduh token sebagai pasword membuka soal ujian.

Siswa baru bisa mengikuti ujian setelah tiga jam menunggu tim melakukan pengunduhan soal. Kondisi tersambarnya tower internet juga terjadi di SMA 3 Seluma. Sekolah yang menggunakan jasa internet tidak mendapatkan jaringan internet dengan baik.

Kendati begitu, karena sudah persiapan matang, persoalan itu bisa diatasi dengan tersedianya server yang bisa digunakan sebagai pengganti.

Pihak sekolah diminta keluar membawa server dan mencari jaringan di luar sekolah. Sehingga sekolah tetap bisa melaksanakan ujian dengan baik. Kendala lainya adalah, sekolah pemula pelaksana UNBK masih belum paham terkait standar Operasional Prosedur UNBK. Akibatnya mereka banyak tidak memahami bagaimana proses unduh token hingga upload hasil jawaban siswa.

Lambatnya jaringan internet menjadi penambah kendala upload hasil ujian siswa. “Lambatnya upload hasil itu wajar terjadi, karena semua sekolah mengupload data pada waktu bersamaan ke server puspendik, menyebabkan loadingnya lama, ” terangnya.

Disisi lain General Manager Telkom wilayah Bengkulu, H. Nugroho Setio Budi S.T saat dikonfirmsi mengaku belum mengetahui adanya tower internetnya tersambar petir, karena tengah dinas luar. “Saya lagi di luar kota, namun belum ada laporan terkait hal itu, ” ungkapnya via telphone, kemarin.

Jika tower internet di daerah terbakar, secara otomatis dampaknya bukan hanya di sekolah saja, namun dirasakan semua konsumen di kawasan tersebut. UNBK merupakan agenda nasional, adanya kerjasama Kemdikbud dengan Telkom, maka ada satgas nasional. “Begitu muncul kendala di salah satu sekolah maka akan muncul tiket UNBK yang diberitahukan ke daerah, laporan itu selanjutnya akan dilokalisir, apakah problem di telkom atau diruter sekolah, ” katanya.

Tapi sampai saat ini, belum ada alarm atau tiket UNBK itu, bahkan belum ada laporan dari sekolah.

Diakui, lambatnya jaringan server di sekolah menjadi salah satu kendala yang kerap disampaikan. Namun hal ini bukan menjadi wewenang Telkom.

“Kita (telkom-red) siap membantu dalam program sinkronisasi data, disini jaringan internet harus bagus dan tidak terputus, dan proses sinkronisasi selama dua hari sebelum ujian digelar pun sudah berjalan dengan baik,” tutupnya.

Diserang Virus
Kendala lain dialami di SMAN 2 Kota Bengkulu. Pelaksanaan UNBK di sekolah ini harus tertunda beberapa menit, karena server komputer rusak atau mengalami gangguan

Salah satu siswa kelas XII, Mutiara mengatakan server di sekolahnya mengalami gangguan akibatnya mereka harus menunggu giliran. “Ya tadi server UNBK macet, siswa menunggu diluar sambil mendeteksi permasalahan jaringan,” katanya.

Terkait hal itu Kepala SMAN 2 Kota Bengkulu, Dr. Bihanudin M.Pd diamini bagian Tehnisi, Novi menuturkan gangguan komputer terjadi di ruang 4, terdiri 30 siswa. Pada awalnya berjalan lancar, jaringan internetnya pun bagus. Akan tetapi menjelang pengerjaan soal, tiba-tiba seluruh komputer di ruang 4 mati. “Diduga ada ada virus pada PC yang digunakan siswa, karena saat terhubung dengan server seluruh komputer mati,” katanya.
Setelah dideteksi ada empat komputer yang diduga terkena virus, “tapi sudah diganti dengan komputer lain, sehingga bisa berjalan kembali, ” bebernya.

Akibat kejadian ini, ujian hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada 30 siswa molor, siswa terpaksa harus menunggu siswa lain untuk melanjutkan mengerjakan soalnya, namun siswa tidak dirugikan.

Mereka tetap akan mengakses dan menyelesaikan ujian nasional dengan siswa waktu yang tercantum di komputernya. Mestinya pada sesi pertama siswa sudah menyelesaikan pada pukul 09.30 WIB. Namun baru bisa menyelesaikan UNBK pada pukul 11.00 wib, “Kita sudah sampaikan ke siswa gangguan ini, tidak akan membuat waktu berkurang, dan tidak akan merugikan siswa, ” tandasnya.

Mati Listrik
Di Kabupaten Kaur, UNBK terganggu dengan padamnya listrik PLN. Beruntung hal ini bisa diantisipasi pihak sekolah dengan menggunakan genset, sehingga Pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar. “Untuk kendala dihari pertama UNBK ini listrik, karena sempat mati beberapa menit,” kata Kepala Sekolah MAN 1 Kaur Widodo M Pd, saat ditemui BE disela-sela pengawasan UNBK kemarin (9/4).

Plt Gub Tinjau UNBK
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA secara langsung meninjau proses Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA 7 Plus Kota Bengkulu. Saat meninjau, Plt gubernur berada di luar ruangan kelas tempat siswa melakukan ujian. Dia menilai, meski masih ditemukan terkendala jaringan internet. Namun tidak mempengaruhi proses ujian siswa. “Ujian ini memang secara online, jadi jaringan internet itu menjadi kenyaman siswa. Perlu dilakukan antisipasi jika memang terjadi,” terang Rohidin, kepada BE, usai meninjau proses UNBK di SMA 7 Plus Kota Bengkulu, kemarin (9/4).

Rohidin mengatakan ketika terjadi blank spot atau gangguan jaringan itu menjadi hal biasa. Secara umum, di wilayah Bengkulu, blank spot hampir terjadi. “Kalau blank spot itu biasa. Kadang kita saja, pakai telpon jaringannya putus-putus. Mungkin bisa diberikan pengganti waktu, jita terjadi kesalahaan jaringan,” tambahnya.

Tidak hanya dari jaringan saja, Rohidin menegaskan, secara sarana dan prasarana proses UNBK sudah mencukupi. Hal ini tentunya tidak hanya dari pihak sekolah, pihak orang tua dan masyarakat sudah sama-sama ikut membantu proses UNBK.

Sehingga proses ujian dapat berjalan dengan lancar seperti saat ini. “Kepada semua pihak kita ucapkan terimakasih sudah sama-sama membantu melancarkan proses UNBK,” tutur Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, H Budiman Ismaun MPd mengatakan, saat ini ujian dengan UNBK sudah 90 persen terlaksana di Provinsi Bengkulu. Sementara 10 persennya, ujian tersebut masih menggunakan cara manual atau tulis. “Yang masih cara manual itu berada di desa-desa yang listriknya belum masuk. Kalau kota sudah semua pakai UNBK,” terang Budiman.

Sejauh ini yang menggunakan UNBK ada sekitar 13 ribu siswa se-Provinsi Bengkulu dan di Kota saja, ada sekitar 3 ribu siswa. Budiman mengatakan, secara umum sarana dan prasaran sudah terpenuhi, namun jika kekurangan masih meminjam dengan pihak orang tua siswa.

Namun demikian, tahun ini sudah dianggarakan sekitar Rp 17 miliar untuk pembeliaan komputer untuk sekolah-sekolah. “Sekarang masih proses pemasangan. Jadi ada yang belum bisa dipakai, solusinya meminjam dengan pihak orang tua,” bebernya.

Tahun depan, Budiman menargetkan sudah bisa 100 persen proses ujian dengan cara UNBK. Sementara untuk komputer, pemenuhannya diperkiranakan 3 kali anggaran lagi. Semua sarana sudah terpenuhi disetiap sekolah. “Kita bisa terget 100 persen, asal dari PLN juga siap terkait listrik. Kalau saran kita siap memenuhinya,” pungkas Budiman. (151/247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*