Unas Harus Jujur

KOTA-DOA BERSAMA SUKSES UNAS BERSAMA GUBERNUR (2)

BENGKULU,BE – Sebanyak 25.559 peserta didik tingkat SMA/MA/SMK/SMALB dan paket C se-Provinsi Bengkulu hari ini Senin (13/4) mengikuti ujian nasional (Unas) yang digelar serentak se-Indonesia. Rincian peserta Unas Bengkulu antara lain, 15.934 siswa SMA, 7150 siswa SMK, 2 SMALB, dan 1513 siswa paket C. Para peserta ini ditekankan harus melaksanakan Unas dengan jujur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman mengajak semua penyelenggaran Unas berlaku jujur dan melaksanakannya sesuai prosedur. Ia juga mengatakan ujian nasional bukan lagi hal yang menakutkan, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik, jujur dan hasil yang baik. ” Unas bukan hal menakutkan, kerjakan dengan baik, jujur dan mendapatkan hasil yang baik pula,” pesannya.
Ia juga menyarankan supaya peserta Unas tidak percaya dengan kunci jawaban palsu, yang selalu dimunculkan saat ujian nasional berlangsung. “Yakinlah kalau kunci jawaban yang beredar itu palsu,”ujarnya meyakinkan.
Bukan hanya itu saja, Dispendik bersama tim lainya telah melakukan Penjagaan ketat mengawal pelaksanaan ujian nasional itu,mulai pendistribusian soal ke daerah, sekolah hingga pengerjaan ujian di dalam kelas. Dengan melibatkan petugas kepolisian. Setiap sekolah diamankan petugas dari kepolisian dan pengawas ruang.
Ketua Panitia Unas Dispendik Provinsi Bengkulu, R Wahyu DP menuturkan, seluruh naskah soal ujian dan lembar jawaban sudah didistribusikan ke seluruh sekolah, sehingga tidak ada kekhawatiran daerah tidak melakukan Unas. Pada Unas kali ini melibatkan 2676 pengawas ruang di 1.338 kelas, masing-masing kelas diawasi 2 orang pengawas silang. Berbeda dengan tahun lalu yang melibatkan pengawas independen dari universitas, tahunn ini universitas hanya menjdi tim monitoring, bersama inspektorrat jenderal, dan direktorat. Saat Unas berlangsung, tim pemantau tidak boleh mendekati ruang ujian, termasuk pejabat, karena dikhawatirrkan mengganggu kosentrasi peserta.
Sementara itu, rencananya hari ini Walikota Bengkulu H Helmi Hasan,SE rencananya akan mengunjungi beberapa sekolah untuk meninjau pelaksanaan UN.
“Pak wali rencananya akan ke dua sekolah, yakni SMA 4 dan SMKN 1 ” papar Plt Kadis Dikbud, Dra Hj Rosmayetti MM.
Rosmayetti juga menjelaskan, di Kota Bengkulu ada 4 pelajar yang akan melaksanakan unas di Lapas, meski di Lapas, pelaksanaan unas tidak dibedakan.
“Pengawasan sama dan sesuai prosedur operasional standar (POS),” bebernya.
Rosmayetti juga meminta siswa tetap fokus dalam mengerjakan soal dan berlaku jujur, sehingga bisa lulus dengan nilai baik dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada hari yang sama, Unas Paket C akan digelar juga digelar di Kota Bengkulu. Dengan diikuti 280 peserta. Ujiannya dipusatkan di SMKN 1 Kota Bengkulu.

Ombudsman Kawal Kecurangan
Tahun ini Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu kembali mengawasi pelaksanaan Unas dengan membuka posko pengaduan dan turun langsung ke beberapa sekolah. Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kemendikbud pada Unas tahun 2015 ini menginisiasi dengan sistem Computer Based Test (CBT) di beberapa sekolah dengan tujuan mengatasi kecurangan serta efisiensi penyelemggaraan Unas.
“Provinsi Bengkulu sendiri belum menggunakan sistem CBT, masih sistem manual yakni Paper Bassed Test atai PBT. Sehingga penyelenggaraan Unas tahun ini tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bengkulu, Herdi Puryanto, SE, Minggu (12/4).
Dijelaskan Herdi, untuk pemantauan ke sekolah-sekolah pihaknya tetap memperhatikan Pos UN 2015 yang dikeluarkan Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Sedangkan posko pengaduan di buka di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Jalan Nusa Indah.
“Selain datang langsung, pelaporan bisa dilakukan melalui telp dan fax di nomor (0736) 20730 serta SMS di nomor 08117301144,” terang Herdi.
Selain itu, menurut Herdi pihaknya sangat berharap kontribusi dari media, organisasi kemasyarakatan serta tokoh masyarakat untuk ikut serta mengawasi pelaksanaan UN. Informasi atau laporan kecurangan UN yang ditindaklanjuti dan diselesaikan Ombudsman akan disatukan secara Nasional untuk disampaikan kepada Pemerintah sebagai bahan perbaikan kedepan.

Wibowo Bantah Masukkan Unsur Politik
Sementara itu, Sekretaris KNPI, Wibowo Susilo mengklarifikasi adanya unsur politik dalam kata sambutan yang disampaikannya saat doa bersama suksesnya Unas di GOR, Sabtu lalu (11/4).
Dia mengaku sama sekali tidak ada niat atau berpolitik untuk mengajak para pelajar tersebut memilih gubernur. Hanya saja, dia bermaksud untuk sama-sama mendoakan agar Junaidi Hamsyah bisa lancar dalam mengikuti pemilihan gubernur nanti.
“Saya tidak pernah bermaksud untuk memasukkan unsur politik, karena dalam kesempatan berdoa bersama Gubernur itu, hanya menyesuaikan dengan moment saat itu saja karena apresiasi terhadap kehadiran gubernur saat itu. Dan dimaksud dalam sambutan itu sekadar mendoakan bersama-sama supaya Junaidi Hamsyah dapat memimpin Bengkulu lagi karena tema saat itu kan sesuai, jadi tidak ada salahnya untuk mengajak berdoa,” ungkapnya.
Selain itu, dalam acara launching 1000 kader anti narkoba, Wibowo juga mengklarifikasi kurangnya jumlah peserta yang hadir dalam acara launching. Melainkan, cara tersebut tidak sepi dan bukan karena kurang sosialisasi karena acara tersebut hanya secara simbolis saja, maka yang datang lebih kurang sekitar 400 orang. Dia menjelaskan bahwa 1000 kader anti narkoba itu bukan berarti 1000 orang yang datang namun itu adalah program kedepannya untuk merekrut 1000 kader anti narkoba yang nantinya akan dibahas terlebih dahulu dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Terkait acara 1000 kader anti narkoba kemarin, kami menyediakan 400 kursi dan itu terisi penuh. Bukan berarti 1000 orang yang datang, namun acara kemarin dilakukan hanya secara simbolis saja,” tukasnya. (247/cw3)