UMKM Didorong Publikasi Produk

RIO-BIMTEK PUBLIKASI PRODUK KREATIF (3)
PRODUK KREATIF: Anggota DPR RI Dapil Bengkulu Dewi Coryati bersama Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia) Sappe M.Sirait, meninjau produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Bengkulu dalam kegiatan Bimtek Publikasi Produk Kreatif yang digagas Anggota DPR RI Dewi Coryati, Jumat (15/12).

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Be Kraf) RI, Sape MP Sirait meminta kepada semua pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lebih kreatif dalam memasarkan produk jualannya. Salah satu upayanya dengan menggencarkan publikasi melalui media, khususnya media elektronik yang tengah berkembang pesat saat ini. Sebab, tanpa ada dorongan publikasi yang baik, maka diyakini tidak akan ada orang mengenal produk yang dihasilkan.

“Pelaku usaha itu harus membuka cakrawala berfikirnya dalam memasarkan produk jualannya. Kalau hanya tradisional, tanpa melihat pasar, maka hasilnya juga tidak akan maksimal,” ujar Sape saat mengisi materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Publikasi Produk Kreatif dari pelaku UMKM bekerjasama dengan Komisi X DPR RI, di Hotel Santika Bengkulu, kemarin (15/12).

Dijelaskannya, pemasaran produknya tidak hanya melalui spanduk, namun harus gencar secara online. Terlebih saat ini, untuk pemasaran dimedia sosial banyak terdapat komunitas jual beli online. Tinggal lagi, pelaku UMKM mampu mengambil kesempatan untuk memasarkan produk di media sosial (Medsos). “Promosi di Medsos juga murah, tinggal cari peluang saja untuk pemasarannya,” tambahnya.

Perkembangan media sosial di Indonesia banyak membuat sukses para pelaku usaha. Sebab dalam promosi itu, pelaku usaha dan calon pembeli bisa melakukan upaya tawar menawar tanpa harus datang ke lokasi berjualan. Disamping itu, para calon pembeli juga lebih leluasa untuk memilih dan meminta barang beliannya dapat diantar sesuai alamat pembeli. “Itu kelebihannya bisa lebih ekonomis dalam berbelanja. Tapi pada intinya, bagaimana produk kita ini banyak dikenal oleh semua orang,” tutur Sape.

Disamping itu, Sape menilai, logo atau brand produk UMKM yang ada di Bengkulu ini, banyak belum menarik untuk di lihat. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong setiap pelaku usaha yang ada, untuk dapat menciptakan logo atau brand produknya. Sehingga kemasan produk UMKM dapat lebih menarik lagi.

“Kita bantu menciptakan logo atau brand produk UMKM yang bagus, dengan berkolaborasi dengan Kementrian lain dan dinas teknis yang ada di Bengkulu ini. Sehingga nantinya bisa enak dipandang mata, karena hal demikian sebagai salah satu daya tarik untuk pembeli,” paparnya.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati menjelaskan, ketika promosi dan berbaikan produk UMKM itu sudah baik, maka upaya lain untuk memberikan pengakuan atas produk andalan itu dengan cara pematenan. Ketika pematenan itu sudah dilakukan, maka pelaku UMKM akan menerima manfaat dari hasil penjualan produk.

“Pemetenan produk ini penting. Agar bisa menjamin dalam pemberiaan menfaat hasilnya,” ungkap Dewi. Dewi memaparkan, perkembangan pasar harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Tinggal lagi nanti, pemerintah memberikan arahan untuk menerima bantuan modal untuk UMKM. Dengan demikian, UMKM tersebut akan berkembang dengan pesat atas dorongan dari bantuan modal usaha.

“Jangan monoton di pakai cara tradisional saja, tetapi juga menerapkan sistem berjualan secara online. Kedepan, kita akan melakukan pendampingan dalam mendapatkan bantuan modal usaha di Bengkulu,” tandasnya. (151)