Umat Jangan Terpecah Belah

Kasus Penistaan Agama Harus Dituntaskan

rio-dialog-dan-temu-tokoh-agama-fkub-3
DIALOG : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu menggelar dialog dan silaturahmi tokoh dan pimpinan ormas lintas agama, di Aula Kanwil Kemenag, kemarin (25/11). (Foto RIO/BE)

BENGKULU, BE – Menyikapi rencana aksi damai bela Islam jilid III yang direncanakan berlangsung 2 Desember (2/12) menuntut dugaan penistaan agama yang dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok diusut tuntas, membuat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu menggelar dialog dan silaturahmi tokoh dan pimpinan ormas lintas agama, di Aula Kanwil Kemenag, kemarin (25/11).

Acara yang dipimpin Kanwil Kemenag Bengkulu, Drs H Bustasar MPd; Danrem 041/Garuda Emas (Gamas), Kolonel Inf Andi Muhammad; Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Yovianes Mahar; serta tamu undangan dari berbagai lintas agama ini, diharapkan mampu menjaga hubungan baik antar umat beragama di tengah kemelut isu SARA.

Ustadz Syamlan Lc yang juga mantan Wagub Bengkulu yang hadir dalam dialog itu menyampaikan, dugaan penistaan agama itu harus diusut tuntas, sehingga tidak ada aksi-aksi lanjutan.

“Soal penistaan agama yang sedang terjadi tidak bisa ditutupi. Persoalan ini tidak bisa dianggap remeh. Penistaan agama itu dalam agama islam itu berat. Polda dan Danrem bisa menyampaikan ke level atas supaya aksi lanjutan tidak terjadi,” pinta Syamlan.

Syamlan juga menyatakan, permintaan umat Islam adalah, selain meinta kasus itu segera dituntaskan, pelakunya harus segera diamankan supaya permasalahannya tidak berlarut-larut. “Pelaku penistaan agama itu satu, dan hendaknya segera diamankan, supaya masalah ini selesai,” pinta Syamlan.

Menurut Syamlan, aksi 2 Desember yang dilakukan umat Islam itu bukan karena unsur politis atau uang, tetapi mereka terpanggil karena rasa keimanan. “Gelombang aksi tidak bisa terbendung, meski sudah dicegah tetap saja terjadi, karena rasa keimanan,” jelasnya.

Sedangkan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Yahulin mengatakan, umat beragama di Indonesia sedang diuji dengan berbagai persoalan masing-masing. Sebab itu, ia berharap kerukunan umat beragama di Bengkulu harus bisa berjalan dengan baik, sehingga tidak terpecah belah.

“Mari bergandengan tangan supaya tidak ada perpecahan,” ujar Yahulin.

Disisi lain, Kepala Badan Kerjasama Antar Gereja, Jb Hutabarat meminta agar umat di Bengkulu menjaga suasana kondusif, sejuk dan damai. Semua lintas agama perlu saling peduli terhadap agama yang lain. Kepedulian ini akan ada rasa simpati dan saling kasih.

Sementara itu, Danrem 041/Garuda Emas (Gamas) Kolonel Inf Andi Muhammad menuturkan, persoalan penistaan agama sudah ditangani secara profesional dan proforsional oleh Polri. Sebab itu ia berharap umat Islam bisa menjaga suasana kondusif hingga kasus itu selesai diusut. “Proses hukum sudah jalan, serahkan saja kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya. Tugas kita adalah tetap bersatu menjaga NKRI tetap utuh,” ujar Danrem.

Ia berharap pada 2 Desember nanti di Bengkulu tidak ada aksi tersebut. Lebih masyarakat memanfaatkan waktu itu dengan hal-hal yang positif. “Mendingan damai dan salat berjamaah. Tidak usah turun ke jalan,” pintanya.

Danrem juga menyatakan, TNI selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan terjadi pada 2 Desember itu. Saat ini TNI sudah mempersiapkan dan menyiagakan sebanyak 400 personel untuk diperbantukan menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Yovianes Mahar mengaku belum menerima laporan atas pemberitahuan aksi 2 Desember mendatang. “Hingga saat ini pemberitahuan belum ada yang masuk, kalau ada yang mau mengadakan aksi ya silakan beritahu ke kita, bagaimana aksi yang akan dilakukan, berapa massa dan Polda siap melayaninya,” imbau Kapolda.

Sementara itu, dalam mendukung Mabes Polri mengamankan aksi damai 2 Desember di Jakarta, Polda Bengkulu pun telah mengirimkan 200 personel Brimob ke Mabes Polri.

Meski sebagian anggota dikirim ke jakarta, Kapolda menyatakan, tidak akan pengaruhi keamanan di Bengkulu karena masih banyak anggota Polri yang berjaga-jaga di Bengkulu.

Disisi lain Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Drs H Bustasar MPd menuturkan, kerukunan dan harmonisasi antara umat beragama perlu ditindaklanjuti. “Kita berharap dengan perbedaan ini akan kita cari titik pertemuan, jalan daripada kerukunan bangsa itu dengan kerukunan umat beragama,” katanya.(247)