Ulu Talo Butuh Pembangunan

ULU TALO, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Seluma, diharapkan melakukan pembangunan fisik dengan segera. Pasalnya, pembangunan sangat diperlukan. Bila pembangunan fisik berupa jalan belum juga dikerjakan, seperti di kawasan Ulu Talo. Bisa membuat kawasan itu semakin terisolir. Karena akses jalan desa tersebut sulit dilalui.

“Sejumlah pembangunan fasilitas umum di kawasan Ulu Talo masih minim. Untuk itu kita mendesak agar pembangunan bisa dilakukan,” sampai Anggota DPRD Kabupaten Seluma H Suhandi SSos kepada BE kemarin (16/7).
Akses jalan untuk sampai ke desa Ulu Talo masih terbuat dari tanah dan berlumpur ketika hujan tiba.

“Kita berharap Pemkab Seluma, bisa melakukan pembangunan di kawasan jalan akses masih berlumpur dan terisolir ini,” ujarnyanya.
Kondisi jalan yang berlumpur membuat warga desa setempat kesulitan menjalankan aktiftas sehari-hari. Sejumlah komoditi pertanian dan perkebunan unggulan di kawasan tersebut tidak bisa dibawa keluar. Kalaupun bisa dibawa keluar dibeli dengan harga sangat rendah oleh petani pengepul atau tengkulak. Karena petrani pengepul ataupun tengkulak harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk mengangkut hasil panen warga tersebut.
Menanggapi kondisi Desa Ulu Talo tersebut, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Seluma Irihadi MSi menjelaskan, dua lokasi jembatan yang rusak berat di Kecamatan Ulu Talo atau yang disebut Jembatan Kampit, diyakinkan tetap bisa diperbaiki pada 2017 ini. Pemkab Seluma melalui Dinas Pekerjaan Umum sudah menganggarkan dana perawatan jembatan tersebut. Dengan nilai mencapai Rp 1 millar lebih.

“Kalau untuk dua unit jembatan di Ulu Talo yang rusak, tidak perlu dilakukan pembuatan baru. Cukup diganti lantai papannya saja. Karena ada dana pemeliharaan dan perawatannya. Anggarannya cukup untuk perbaikan dan perawatan dengan mengganti lantai papan yang rusak,” ucap sekda
Dijelaskan, dua jembatan di Ulu Talo tersebut, masih ada rangka besinya. Hanya lantai papannya sudah rusak. Sehingga bisa dilakukan perawatan dan perbaikan. Dengan mengganti lantai jembatannya. Bila lantai jembatan itu sudah diganti tentu bisa digunakan lagi oleh masyarakat di Kecamatan Ulu Talo. Jika ingin diganti jembatan permanen. Tentunya belum bisa dilaksanakan pada 2017 ini. Karena harus melalui perencanaan dan usulan anggaran yang lebih besar. Pada2018 mendatang baru bisa diusulkan untuk dibangun jembatan permanen.

“Dalam APBD Perubahan ini akan kita masukkan anggran perencanaan dan pembangunan akan dilakukan tahun 2018,” singkatnya.
Selaian Desa Ulu Talo, masih ada sejumlah titik desa lainnya juga terisolir. Desa tersebut, Desa Lubuk Resam, Renah Gajah Mati(RGM), Sekalak, Talang Rami. Desa ini terisolir karena sulit dilalui. Akses jalan menuju desa ini juga masih berupa tanah, dan berlumpur bila hujan tiba. (333)