Ulat Resahkan Petani Kelapa

KELAPA Kondisi daun kelapa di Kecamatan Kaur selatan, yang terserang ulat, Minggu (194)
KAUR SELATAN, BE – Serangan hama ulat kelapa yang terjadi di Kabupaten Kaur sat ini kian meluas. Kondisi ini bukan hanya terjadi di satu daerah saja namun mulai menyebar hingga di beberapa kecamatan. Serangan terparah terjadi di Kecamatan Kaur Selatan dimana ratusan hektar pohon kelapa masyarakat digasak ulat yang sulit diberantas.
“Kami kesulitan cara memberantas uluat di pohon kelapa, akibat ulat ini lama-lama daunya jadi abis,” ujar Menti (40), warga Bintuhan memilik kebun di Desa Pangubayan Kecamatan Kaur Selatan kemarin.
Dikatakannya, tingginya pohon kelapa menjadi salah satu penyebab sulitnya memberantas hama itu. Sementara sistemnya juga berpindah-pindah. Setelah berhasil menggerogoti pohon kelapa satunya rombongan ulat lalu berpindah ke pohon kelapa lainnya. Parahnya lantaran pertumbuhan kurang, pohon kelapa yang diserang ulat itu maka hasil buah kepala yang didapat juga tidak lagi maksimal. Pasalnya ulat menyerang daun muda sehingga membuat buah kelapa banyak yang jatuh belum waktunya.
“Bukan hanya kebun kelapa saya saja, namun merata kebun warga lain di hamparan kebun kelapa Desa Pengubayan juga terserang ulat, hasilnya berkurang buah jatuh belum waktunya,” keluhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kaur Ir Defrial MAp melalui Kabid Perkebunan Nasrul Rahman SHut mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan dari warga terkait dengan serangan hama ulat kelapa. Namun kendalanya pihaknya mengaku juga sulit melakukan pemberantasan.
“Solusinya disemprot, tapi persoalannya kelapa di Kaur batangnya sudah tinggi lalu tentu akan membahayakan bila dilakukan penyemprotan dengan memanjat kelapa,” terangnya.
Ditambahkanya, pihaknya juga sudah melaporkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu untuk turut mencari solusi mengenai cara pemberantasannya. Namun sampai saat ini pihaknya juga belum mendapat jawaban dari instansi tersebut mengenai tindakan yang harus dilakukan.
“Penyakit ini memang sangat sulit diberantas, kami juga sudah mencari cara pemberantasannya,” pungkasnya.(618)