UKM Terus Didorong Rambah Platform Digital

133808_639390_rotan_radar_kudusJAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) bertekad memajukan UKM.

Dengan filosofi Gusjigang (Bagus, Ngaji dan Dagang), Pemkab Kudus ingin menyokong para pelaku UKM.

Dalam perspektif ekonomi, Gusjigang bisa diartikan sebagai sebuah ajaran yang mengedepankan semangat kewirausahaan (niaga), dengan tetap menjunjung aspek integritas (bagus) dan religi (ngaji).

Nah, dukungan dari pemerintah dan era digital memberi ruang para pelaku UKM berkembang menuju pasar global.

Namun, harus diakui, dunia digital belum dimanfaatkan maksimal untuk kepentingan promosi dan marketing.

”Ini tugas kolektif antara pusat dan daerah,” tutur Bupati Kudus Musthofa di Jakarta, Jumat (18/11).

Menurutnya, masing-masing provinsi bekerja sama dengan stakeholder dan koperasi usaha kecil dan menengah (KUKM) menggalakkan semangat kampanye UKM untuk go digital.

Hal itu penting agar UKM bisa melebarkan pangsa pasar, membuka link baru dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.

”Kami tidak hanya melalui pameran, tetapi lewat pemberdayaan UKM supaya bisa go digital,” tegas Musthofa.

Lewat pemberdayaan itu, pelaku UKM diharapkan dapat mengembangkan strategi pemasaran.

Dari yang semula dilakukan secara konvensional, diperluas dengan memanfaatkan fasilitas internet untuk berjualan secara online.

”Baru-baru ini, telah berjalan Kampung Digital, di Desa Padurenan, Gebok, Kabupaten Kudus. Desa itu mengangkat konsep digital sebagai upaya mengembangkan potensi UKM khusus konveksi dan bordir,” ujar Musthofa.

Saat ini, UKM di Kota Kudus terus berkembang beriringan dan tidak kalah dengan industri rokok yang telah kesohor.

Pergerakan kemajuan UKM mulai dari produk makanan seperti jenang, batik, border, gebyok hingga kopi pun didukung Pemkab Kudus melalui dinas terkait.

Caranya ialah melalui program-program pengembangan hasil usaha dengan bentuk pemeran, pengenalan hasil potensi dalam skala regional atau nasional.

”Kami mendukung penuh UKM go digital. Itu penting agar mereka lebih luas dari segi pemasaran,” tambah Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sudiharti. (far/jos/jpnn)