Selasa, 23/10/2012 - 09:50 WIB
Uncategorized | beonline - Bengkulu Ekspress

UKG, Ada Guru Nilainya 1

BENGKULU, BE – Hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG) di Kota Bengkulu jauh dari harapan. Sebagian besar peserta tak mampu mencapai nilai standar yang ditetapkan pemerintah, yaitu 70. Nilai para guru di Bengkuku dalam UKG ini banyak yang rendah. Bahkan, ada peserta yang seluruh jawabannya salah dan meraih nilai terendah yakni 1.

Seperti dikelompok guru kelas SD, rata-rata nilai hanya 38,17. Dari seluruh peserta UKG tingkat SD, nilai tertinggi yang berhasil diraih hanya 66. Sementara nilai terendah adalah 1.

Menurut Kadispendik Kota Bengkulu, Yunirhan MPd melalui Kasubag Kepegawaian, Drs Akmaluddin MPd secara umum hasil UKG, yang dilakukan beberapa waktu lalu memang jauh dari harapan. Namun pihaknya menampik jika nilai ini langsung menggambarkan kualitas guru.

“Nilai yang rendah ini bukan salah guru. Khususnya guru SD, rombel yang milikinya lebih banyak. Otomatis mata pelajaran yang harus dikuasainya pun juga lebih banyak dibandingkan guru TK, SMA, SMK dan SMP,” ungkap Akmaluddin.

Disisi lain, rendahnya nilaiguru kelas ditingkatan SD juga disebabkan Sumber daya manusianya (SDM) dan juga usia. Karena sebagian besar guru SD adalah guru senior ,yang usianya hampir mendekati masa pensiun.

Berbeda dengan guru TK yang kualitas SDM nya lebih baik, disamping mereka hanya mengajarkan anak didiknya selama 1 tahun saja.

Lebih lanjut dijelaskannya, perolehan nilai UKG ditingkat SMP tertinggi dan terendah diperoleh guru bidang studi matematika. Nilai teringgi 75 namun nilai terendah 21 dengan rata-rata 54,43. Perolehan nilai yang rendah ditingkat SMA juga diperoleh mata pelajaran 28 dan nilai tertinggi 64 dengan rata-rata nilai 42,21.

Ditegaskannya, nilai yang diperoleh sejumlah peserta tidak bisa dijadikan tolak ukur atas kemampuan guru. Karena ada beberapa hal yang membuat guru tersebut mendapat nilai rendah. Misalnya, guru bersangkutan sedang sakit ketika mengikuti UKG. Disamping itu bisa juga dipengaruhi sistem komputer yang dipakai peserta tak terkoneksi ke jaringan UKG.

Kendati demikian, Akmaludin berharap hasil yang diperoleh ini dapat menjadi kajian seluruh pihak. Guru yang memperoleh nilai rendah akan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dalam peningkatan kualitasnya. (128)

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved