Tuntut Tunjangan Non-sertifikasi

pertemuan-guru-small
Doni/Bengkulu Ekspress. MUFAKAT: Pertemuan anggota dan pengurus PGRI Kepahiang menyikapi tunggakan pencairan dana tunjangan non-sertifikasi, Kamis (3/11)

PGRI Gelar Pertemuan

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 50 guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kepahiang menggelar pertemuan di SMAN 1 Kepahiang, Kamis (3/11).
Pertemuan ini bertujuan menyatukan visi-misi untuk menuntut tunjangan non-sertifikasi selama 6 bulan yang belum dicairkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kepahiang.

Ketua PGRI Kepahiang Dr Hartono MPd mengatakan pertemuan bertujuan agar meredam anggota PGRI yang terus bergolak terkait belum dibayarkannya tunjangan guru nonsertifikasi.

“Ini inisiatif saya mengumpulkan anggota, sebagai ketua organisasi maka kita menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi anggota.  Dari pada capek turun demo, lebih baik aspirasinya disuarkan lewat PGRI karena ini adalah organisasi wadah bagi para guru untuk melaporkan permasalahannya,” ungkap Hartono.

Kepala SMAN 1 Kepahiang tersebut mengatakan sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak Dikpora Kepahiang, sehingga anggota tidak perlu melakukan aksi jelanan (Demo, red). “Pihak dinas sudah mengatakan akan dibayarkan jam 11.00 WIB besok (Hari ini, red). Saya sudah melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait di Diknas,” ungkapnya.

Hartono menolak mengatakan bila pihak Dikpora lamban dalam memproses dana tunjangan nonsertifikasi guru. Sehingga menimbulkan keresahan dikalangan tenaga pendidik baik tingkat SMP maupun SMA di Kabupaten Kepahiang.

Ia beralasan proses pencairan yang memang panjang sehingga pembayaran menjadi terganggung. “Mereka pasti tidak bermaksud untuk menghambat, memang pencairan itu ada proses pengajuan dahulu terus ada mekanisme yang harus dilalui. Maka semua diminta bersabar kalau sudah ada anggarannya tentu dananya dicairkan,” tutur Hartono.

Sementara salah seorang guru perempuan yang menghadiri pertemuan menyebutkan selama dua semester ini hanya tiga bulan menerima tunjangan nonsertifikasi. “Dua periode (Semester, red) ini baru tiga bulan kita terima, sisanya belum ada menerima sama sekali,” tuturnya sembari menolak menyebutkan identitasnya. (320)