Tujuh WNA Sebulan Tinggal di Ponpes

PADANG JAYA, BE – Tujuh orang warga negara asing (WNA) asal Rusia akan tinggal di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi, Desa Arga Mulya, Unit 4, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara selama sebulan kedepan. Mereka sekeluarga, Shamil (36) dan Maryam (32) serta lima orang anaknya Kamil (12), Khas Muhammad (11), Adam (4), Salikha (2) dan Khawa (8) .

Camat Padang Jaya, Yoyo Suparyo menuturkan, dalam visa yang mereka bawa, izin tinggal WNA dari tanggal 10 Oktober dan berakhir tanggal 10 November. WNA ini diperkirakan masih akan memperpanjang izin tinggal seperti WNA yang pernah datang ke Ponpes Salafi sebelumnya.
Kades mengatakan, ia sudah memantau keadaan ponpes pasca WNA Rusia ini datang. Berdasarkan pantauannya tidak ditemukan indikasi WNA yang saat ini tinggal di Ponpes masuk dalam organisasi terlarang.

“Sejauh ini tidak ada indikasi ponpes melanggar surat pernyataan yang sudah disepakati sebelumnya. Semoga yang mereka katakan sangat membenci ISIS bisa dibuktikan, ” jelas Yoyo, pada BE kemarin.

Masih kata Yoyo, menurut WNA, apa yang membuat mereka tertarik ke Ponpes karena cerita dari murid Abu Toruf seperti apa kondisi di Ponpes. Selain itu, juga karena faktor biaya hidup jauh lebih murah, kondisi keamanan yang jauh lebih terjamin. WNA banyak datang ke pondok pesantren itu mengingat ada murid Abu Toruf berada diluar negeri. Muridnya itulah yang mempromosikan ada ponpes milik gurunya.

”Masalah bahasa, tidak ada kendala bagi Abu Toruf, dia 11 tahun berada di Yaman dan daerah lain di luar negeri,” imbuhnya.

Kegiatan WNA itu di Ponpes seperti santri lain, mengaji, belajar huruf hijaiyah. Bahkan ada yang melakukan khitan di ponpes.  Diakui Yoyo, baik Abu Toruf dan warga santri salafi lain saat ini sudah mulai terbuka sosial kemasyarakatannya. kalau dulu mereka mau ngbrol saat bertemu di kebun saja. (167)