Truk Fuso Timpa Pick Up

RIZKY/BE HANCUR: Truk Hino mengangkut kayu pulai gelondongan terperosok ke parit kemudian terguling menimpa mobil pick up di depan bengke las di Kelurahan Anggut Bawah, kemarin (16/4)
RIZKY/BE
HANCUR: Truk Hino mengangkut kayu pulai gelondongan terperosok ke parit kemudian terguling menimpa mobil pick up di depan bengke las di Kelurahan Anggut Bawah, kemarin (16/4)

BENGKULU, BE – Satu unit truk Hino warna hijau Nopol B 9670 UYY mengangkut kayu gelondongan jenis pulai terperosok ke dalam parit saat akan masuk ke bengkel las yang ada di Jalan Ratu Agung, RT 06, RW 03, Kelurahan Anggut Bawah, Kecamatan Ratu Samban, Minggu (16/4) pagi. Diduga supir salah memperkirakan ban depan mobil saat akan masuk ke bengkel las. Sehingga ban depan bagian kiri masuk kedalam parit. Ban bagian depan yang sudah masuk tidak sanggup menahan beban muatan mobil. Belum masuk ke dalam bengkel mobil perlahan-lahan terguling ke arah kiri dan menimpa mobil pick up yang di parkirkan di depan bengkel. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kecelakaan itu cukup menyita perhatian masyarakat sekitaran Jalan Ratu Agung.

“Sudah dilakukan pendataan, supir, jenis kayu yang diangkut. Semua sudah turun mengecek lokasi, mulai dari reskrim, lantas,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Eka Candra SH, Minggu (16/4).

Truk pengakut kayu pulai tersebut dikendarai Dedi Antoni (39), warga Jalan Kampar, Kelurahan Lempuing. Masuk ke bengkel las hendak mengelas bagian depan mobil sebelum melakukan perjalanan jauh ke pulai Jawa. Kayu pulai yang diangkut sekitar 384 batang untuk bahan pembuatan triplek. Kayu pulai itu didatangkan dari Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara.

“Kayu pulai masih berbentuk gelondongan, diambil dari Desa Urai. Tujuannya ke salah satu perusahaan kayu di Tangerang,” imbuh Eka.

Terkait izin membawa kayu tersebut masih didalami. Menurut Eka, kayu pulai yang diambil dari masyarakat cukup dilengkapi dengan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU). Yang bersangkutan sudah mengantongi izin tersebut. Tetapi masih perlu dicek lagi apakah SKAU yang sudah dipegang itu sesuai dengan sertifikat izin kayu yang dikeluarkan kepala desa tempat kayu diambil.

“Izinnya sudah ada, tetapi akan kita sesuaikan dengan sertifikat yang dikeluarkan kepala desa tempat kayu ini diambil,” pungkas Eka.

Pantauan dilapangan, kayu gelondongan mulai dipindahkan ke truk lain dibantu warga sekitar. Setelah kayu dari truk yang terbalik sudah dipindahkan seluruhkan, selanjutnya truk akan dievakauasi menunggu bantuan alat berat.(167)