TP4D Pantau Pembanguangan Lab Syariah STAIN Curup

Tampak pihak Kejari Curup saat mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di STAIN Curup.
Tampak pihak Kejari Curup saat mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan di STAIN Curup.

Kasintel Kejari Curup : Jika Ada Temuan, Kita Akan Proses

CURUP, bengkuluekspress.com -Proses pembangunan Laboratorium Syariah Terpadu milik STAIN Curup menjadi soratan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Rejang Lebong akhirnya ditindak lanjuti dengan  melakukan sidak kelokasi proyek.

Pasalnya, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Bobon Rubiana, SH mengatakan secara tegas jika selaku tim TP4D RL pihaknya akan bekerja secara profesionalisme. Oleh karena itu, jika ada temuan dan indikasi penyimpangan proyek STAIN baik itu pembangunan Laboratorium Syariah dan pembangunan perpustakaan terpadu STAIN Curup akan ditindak tegas.

“Benar, kita telah melakukan sidak langsung ke lokasi kegiatan. Dimana sejumlah sampel telah bawah untuk diuji ke lab Provinsi Bengkulu,” tegasnya., Kamis (13/07/2017), pukul 12.00 WIB

Namun, sambungnya, jika ada temuan dan indikasi penyimpangan baik itu secara administrasi dan fisik kita akan tindak tegas. Pihak TP4D kususnya kejaksaan Curup akan bekerja profesional.

“Jika ada penyimpangan mutu dan kualitas yang mengacu kepada Juklak dan Juknis akan kita proses,” tegasnya.

Pemantauan yang dilakukan TP4D telah dilakukan langsung oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Bobon Rubiana, SH, Rabu (12/07/2017).

Pemantauan yang dilakukan oleh TP4D dari Kejari Rejang Lebong tersebut bukan tanpa asalan. Karena dalam proses pembangunan tersebut, pihak STAIN Curup memang telah bekerjasama dengan TP4D Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan pengawasan.

“Kita melakukan sidak kelokasi STAIN Curup untuk melihat sudah sejauh mana progres pembangunan Laboratorium Syariah Terpadu ini telah dilaksanakan,” tegasnya.

Pengawasan yang mereka lakukan sendiri, paparnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga selesai nanti. Untuk memastikan kualitas pembangunan yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 4 Miliar.

“Nanti material yang digunakan ini akan kita uji ke laboratorium di Bengkulu, untuk memastikan kualitasnya,” tambahnya.

Kemudian, lanjutnya, dalam peroses pemantauan tersebut, pihaknya menyatakan, jika seluruh salinan dokumen dalam pengerjaan proyek tersebut akan digandakan untuk tim TP4D dengan tujuan untuk melakukan pengawasan. Untuk progres pembangunan sendiri, saat ini sudah mencapai 11 persen.

Sementara itu, Wakil Ketua II STAIN Curup, Dr. Hamengkubuwono, MPd menjelaskan laboratorium syariah tersebut nantinya akan terdiri dari dua lantai. Target penyelesaiannya sendiri akan selesai pada 30 November mendatang sehingga menurutnya pada tahun 2018 nanti sudah bisa digunakan. Untuk sumber dana sendiri dari APBN melalui Kementerian Agama.

Didalam gedung tersebut nantinya akan ada ruang referensi, bank mini, ruang semua pengadilan, ruang praktek untuk akad nikah serta ruang siang perhitungan hisab seperti untuk menentukan awal puasa dan syawal.

“Terkait dengan kerjasamanya STAIN Curup dengan TP4D Rejang Lebong sendiri tak lain untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dalam proses pembangunan fisik di STAIN Curup,” ujar Hamengkubuwono.(Ade)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*