Tower PLN Bakal Dipungut Pajak

KARANG TINGGI, BE – Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) memprediksi potensi pajak Tower PLN di Bengkulu Tengah mencapai milliaran rupiah. Untuk itu, DPPKAD tengah menggiatkan pendataan untuk penarikan pajak retribusi pembangunan tower PLN diseluruh wilayah Bengkulu Tengah.
Dijelaskan Kepala DPPKAD H Budiman Efdi W SE SIP melalui Kepala Bidang (Kabid) PBB dan BPHTB Gunawan Wibisana MH, penarikan pajak tower PLN sudah dilaksanakan oleh beberapa daerah di Pulau Jawa dan potensinya juga sangat besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Bisa milliaran rupiah, namun semua masih harus dihitung lagi, nantinya diharapkan semua dapat dilakukan penarikan retribusinya,” ungkap Gunawan
Menurut Gunawan, tower PLN dinilai layak ditarik pajak, sebab pembangunan tower atau yang dikenal dengan nama sutet. Memerlukan pembebasan lahan, bahkan lahan pembangunan tower luas, sehingga PLN melakukan penguasaan atas lahan disekitarnya, untuk itulah harus dilakukan penarikan pajak. “Pendataan tengah kita lakukan, setelah selesai nanti akan kita lakukan pembahasan agar dapat ditarik pajaknya,” tutur Gunawan.
Penarikan pajak tower PLN menjadi objek pajak guna mencapai target PAD 15 Milliar yang telah dicanakan Pemerintah Daerah (Pemda). Berdasarkan observasi DPPKAD ke Pemerintah Daerah Cimahi dan Bogor tower PLN dapat dilakukan penarikan pajak, karena sesuai dengan kriteria untuk dijadikan objek pajak bagi pemerintah daerah. “Selama ini sebatas pendataan kita masih akan memanggil pihak PLN untuk menentukan objek pajak ini, dalam waktu dekat diupayakan pertemuannya,” sebut Gunawan.
Sayangnya Manager Rayon PLN Kepahiang, Andes yang membawahi PLN Bengkulu Tengah sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi terkait wacana penarikan pajak tower PLN ini, sehingga keterangannya belum berhasil diperoleh. Saat dihubungi BE handohonenya tidak aktif. (320)