Totalitas Dukung RM, Bengkulu Utara Anti ‘NPWP’

RM
BENGKULU, BE – Kampanye monologis pasangan cagub Provinsi Bengkulu nomor urut 1 digelar di Desa Batik Nau Kecamatan Batik Nau Bengkulu Utara, Minggu (11/10). Warga dari wilayah sekitar memenuhi lapangan Batik Nau untuk bertemu langsung sosok yang dikenal hobi blusukan ini.
Ada yang menarik di lokasi kampanye monologis, ketika sejumlah warga hadir dengan potongan rambut bertuliskan nomor 1. Buyung Satria, mantan ketua DPRD Bengkulu Utara saat sambutan mengatakan bahwa mayoritas Bengkulu Utara sudah menantikan perubahan. “Ini sanak-sanak kito, keluarga kito hadir. Mereka bukan pribadi yang ‘NPWP’, Nomor Piro Wani Piro. Warga yang hadir disini tanpa dimobilisasi, mereka sukarela dan sudah menanti dari tadi. Pastinya mayoritas dari penduduk Bengkulu Utara berharap perubahan, dan siap bersama-sama wujudkan Bengkulu Baru bersama Ridwan Mukti,” ucap Buyung ketua Tim Keluarga RM-Satu Kabupaten Bengkulu Utara.
Bahkan Buyung juga mengajak warga untuk berani menentukan pilihan dalam pilkada 9 Desember mendatang. “Mari sanak-sanak, kito ajak sanak-sanak kito memilih nomor 1 untuk Gubernur yang siap membangun. Prestasi dan pengalamannya jangan diragukan lagi,” tambah Buyung ber’api-api’ dan disambut teriakan nomor 1 menang..!, Ridwan Mukti Gubernur..!
Dalam orasi politiknya, Ridwan Mukti mengajak masyarakat bersama-sama membangun Bengkulu, untuk mewujudkan Bengkulu Baru yaitu Bengkulu yang lebih maju dengan rakyatnya semakin sejahtera. RM juga menyampaikan rangkuman harapan-harapan rakyat saat blusukan dan dialog sejak pagi.
Rangkaian blusukan RM meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan serta pertanian, dan dialog dengan warga dimulai dari kecamatan Padang Jaya dan Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara. Warga mengharapkan sistim irigasi bisa difungsikan, juga infrastruktur jalan yang laik. Serta terjaminnya harga hasil kebun warga. Dari berbagai harapan tersebut, RM dengan menerangkan secara sistematis dan jelas kepada masyarakat.
Untuk sistim irigasi di Bengkulu utara, menurut RM perlu dilakukan opname, sehingga bisa kembali dilakukan penghitungan serta studinya. Dengan itu pemerintah provinsi bisa melakukan koordinasi dengan kementerian dan dinas terkait untuk membangun irigasi, tentunya untuk mewujudkan irigasi yang berfungsi optimal.
“Kita bisa fungsikan dan optimalkan irigasi untuk persawahan, berarti ini akan bisa menjadikan Bengkulu Utara sebagai central produksi pangan andalan provinsi,” kata RM dalam orasi politik.
Begitu juga saat berdialog dengan masyarakat Desa Serangai Kecamatan Batik Nau, harapan masyarakat disampaikan saat berdialog. Hampir sama, masyarakat menginginkan infrastruktur jalan yang baik dan dibangun industri pro rakyat yang bisa menampung hasil perkebunan masyarakat dengan harga pantas.
Gagasan RM mengenai industri hilir diharapkan bisa terwujud, sehingga masyarakat ada jaminan bisa menjual komoditas hasil kebunnya. Dengan dibangun industri pencipta produk turunan berbahan komoditas dari masyarakat, akan berdampak meningkatkan perekonomian.
Terkait mengenai pengembangan menjadikan sebuah kawasan ekonomi, dalam hal ini industri ekonomi, RM menegaskan perlunya peningkatan infrastruktur dasar dan pembangunan infrastruktur strategis. RM menerangkan perlunya tercipta produk yang diandalkan, dengan berbahan komoditas masyarakat.
“Kawasan economic zone, baik industri maupun pertanian dan perkebunan membutuhkan infrastruktur strategis yang memadai, pelabuhan kapal, bandara, pembangkit listrik skala besar. Kita perlu benahi infrastruktur dasar di seluruh kabupaten dan kota,” terang RM kepada wartawan.
Turut hadir Asmawi dari partai NasDem, Khairudin Golkar, Herliardo dari PKB, serta tokoh partai pengusung lain. Juga Hazadin Harun. (151)