Tolak Tes, Honorer K2 Ngotot Diangkat CPNS

HEARING K2 bersama Komisi I DPRD dan Pemda Kaur saat melakukan hearing, di ruang komisi I, Jum_at (175)
BINTUHAN,BE- Puluhan perwakilan honorer daerah kategori 2 (K2) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda ) Kaur yang belum lulus  Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 lalu, Jum’at (17/4) kembali mendatangi kantor Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaur.
Hal itu mereka lakukan terkait penolakan kebijakan Menpan-RB yang akan menggelar tes lagi bagi K2. Mereka ngotot untuk diangkat CPNS. “Kita datang ke DPRD ini untuk memperjuangan nasib kami sebagai honorer K2 yang belum lulus 2013 lalu. Kami disini minta pengangkatan tanpa tes lagi,” kata Merlian, Ketua Korwil Forum Honorer Kategori 2 Indondesia wilayah Provinsi Bengkulu, saat hearing di DPRD kemarin.
Merlian mengatakan, wacana pemerintah melakukan tes CPNS untuk mengakomodir mereka jadi PNS. Menurutnya, mereka ingin diangkat jadi CPNS tanpa tes. Sebab secara pengalaman mereka sudah teruji mampu bekerja dengan baik. Sehingga sampai saat ini dipakai Pemda Kaur untuk membantu pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan akibat kekurangan tenaga PNS di pemda.
“Kami minta langsung diangkat jadi CPNS seperti honorer K2 lalu. Harapan kami seperti itu. Juga kami tidak mungkin akan tes CPNS lagi, karena umur sudah tua,” ujarnya.
Lanjutnya, sebab ada kekhawatiran jika melalui tes, akan ada dugaan-dugaan tindak kecurangan. Sebab selama ini imej seleksi tes CPNS murni belum sepenuhnya dipercayai masyarakat. Masyarakat masih banyak beropini kalau tes CPNS masih sarat dengan kecurangan.
“Kalu dilakukan tes lagi ini akan menguras dana APBD Kaur, dan juga ini akan semakin banyak calo yang berkeliaran dan juga ada oknum yang menapulasi data,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan K2 lain Yulis. Ia mengatakan, jika harus melalui tes, dia berharap ada kebijakan khusus yang diambil pemerintah. Yakni menjadikan umur honorer dan lama mengabdi sebagai poin terbesar menentukan kelulusan. Sebab semakin tua umur honorer semakin tipis peluangnya untuk jadi CPNS.
“Utamakan yang tua dulu dan sudah lama mengabdi. Sebab jasa yang lebih tua dan lama mengabdi ini lebih banyak dari yang lain. Juga kami disini kerja sudah puluhan tahun. Untuk itu kami minta kepada Pemda Kaur memperjuangan nasib kami ini,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Sekda Kaur Nandar Munadi SSos yang hadir dalam hearing di ruang Komisi I DPRD kemarin mengatakan, ia belum bisa memberi kepastian soal pengangkatan honorer yang tersisa menjadi CPNS.
Alasannya, karena kebijakan terkait hal itu masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Kita minta kepada K2 yang belum lulus ini bersabar, dan kita sudah sampai ke pusat memperjuangan K2 ini untuk diangkat CPNS. Bukan kita di sini tidak diam tidak memikirkan nasib K2. Tapi kebijakan ini itu dari pusat,” tegas Nandar.
Sekda mengatakan, saat ini Pemda Kaur melalui BKD sejak tahun 2014, sudah menyampaikan data dan nama honorer K2 Kabupaten Kaur yang belum diangkat sebanyak 293 orang pada MenPAN-RB. Namun sampai saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait usulan itu.
“Kita di sini ingin bangat mengangkat K2 ini CPNS tanpa tes lagi, tapi  di sini kita tidak bisa. Karena kebijakan ini ada di pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kaur Herlian Muhrim, ST mengatakan, pihaknya akan tetap memperjuangan nasib 293 K2 yang belum diangkat CPNS. Namun ia meminta kepada para K2 untuk tetap tenang dan bersabar, sebab Pemda Kaur sudah beberapa kali mengajukan pengangkatan K2 diangkat CPNS.
“Di sini kita tidak punya kewenangan mengangkat K2 ini, tapi itu kewenangannya ada di pusat. Juga kita akan tetap kawal proses pengangkatan atau tes CPNS K2 ini,” jelasnya.
Dalam hearing yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB  itu, turut hadir anggota komisi I DPRD, Kabid mutasi BKD Kaur, perwakilan PGRI dan berapa perwakilan honorer K2.(618)