TNI Sukses Bangun Jalan 8,5 KM

KostradPenerjun Turun di kebun Warga

BENTENG, Bengkulu Ekspress– Upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 dilaksanakan dilapangan upacara belakang kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Kamis (26/10).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendaral TNI Mulyono itu sekaligus menunjukkan keberhasilan TMMD di Bengkulu Tengah dengan membangun akses jalan sepanjang 8,5 kilometer.
Jendaral TNI Mulyono, mengatakan TMMD merupakan tugas pokok TNI AD dalam operasi membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu memperlancar pembangunan. TMMD dilaksanakan setiap tahun, tahun ini dilaksanakan 3 kali dari sebelumnya yang hanya 2 kali. “Pelaksanaan yang ditambah itu artinya program TMMD sangat dirasakan masyarakat,” ujar.

Masih dikatakan Kasad, semua sasaran yang masuk ke TMMD adalah yang dibutuhkan masyarakat. TMMD merupakan pemantapan jati diri TNI, salah satunya menjadi tentara rakyat dan berjuang bersama rakyat dan membantu kepentingan rakyat. Tidak heran jika saat ini, institusi TNI mendapatkan apresiasi paling tinggi dari masyarakat berdasarkan hasil survei. “Kita berjuang bersama rakyat dan membantu kepentingan rakyat,” tegas Kasad.

Setelah upacara penutupan selesai, masyarakat yang sejak pagi memadati lapangan upacara kantor Bupati Benteng akhirnya disuguhi atraksi 15 penerjun payung prajurit Kostrad dan Koppasus. Teriakan bertanda kagum saling bersahutan, terlebih lagi saat prajurit berhasil mendarat mulus diatas lapangan.

Lima belas penerjun payung tersebut turun dari helikoper. Mereka terjuna bergantian, pertama 4 orang kemudian kedua 6 orang dan terakir 5 orang yang masing-masing membawa bendera TMMD, Kostrad, Koppasus, TNI AD dan Bendera Merah Putih.

Naasnya karena kecepatan angin tiba-tiba berubah ada sedikit insiden saat dua penerjun terakhir berusaha turun. Dua penerjun tersebut keluar dari titik penerjunan, mereka terjun bebas kebun warga.

kasadBeruntung tidak ada prajurit yang terluka atas kejadian tersebut. Malah teriakan warga yang melihat penerjun keluar dari titik penerjunan. “Dua orang tu ngapo kesitu, ya alloh,” teriak salah satu warga diiringi langkah kaki ratusan warga yang ingin melihat penerjun tersebut.

Satu-satunya penerjun perempuan dalam rombongan tersebut, Kapten Yosie Damayanti mengatakan, rekannya tersebut turun dari titik penerjunan karena arah angin yang berubah sangat cepat dan tidak bisa diperkirakan. Pasalnya 13 penerjun payung mulus turun dititik yang sudag ditentukan. Sementara itu, kecepatan angin tiba-tiba berubah saat dua penerjun belum sampai mendarat.

“Angin tadi berubah cepat, saat rombongan pertama turun kecepatan angin sekitar 12 sampai 14 knot, tiba-tiba saja berubah jadi 15 knot. Dengan kecepatan seperti itu ketentuannya penerjunan memang harus dibatalkan,” ujar Yosei yang dinas di Kopassus di Jakarta tersebut.

Yosie mengaku penerjunan di Bengkulu Tengah merupakan penerjunannya yang ke 2.050. Sudah banyak suka dan duka selama melakukan terjun payung. Sukanya, menurut Yosei bisa keliling Indonesia, keluar negeri mengikuti kejuaraan. Dukanya jika kecepatan angin tiba-tiba berubah. Semua rencana pendaratan bisa juga bisa berubah, bahkan penerjun bisa batal mendarat dititik yang sudah ditentukan. “Semoga atraksi yang kita lakukan ini bisa menjadi motivasi muda-mudi di Bengkulu ingin menjadi TNI,” tegas Yosie.(167)