Tindak Angkot Bawa Penumpang Diatap

BERBAHAYA : Banyaknya anak sekolah yang naik di atas atap saat pulang sekolah sangat membahayakan. Tidak hanya laki-laki, anak perepuan juga terkadang ikut naik ke atas atap.
BERBAHAYA : Banyaknya anak sekolah yang naik di atas atap saat pulang sekolah sangat membahayakan. Tidak hanya laki-laki, anak perepuan juga terkadang ikut naik ke atas atap.

LEBONG SAKTI, Bengkulu Ekspress – Hingga saat ini, masih banyaknya terlihat anak sekolah di Kabupaten Lebong yang menggunakan kendaraan angkutan umum yang duduk di atap mobil angkot. Ini tentunya berbahaya bagi keselamatan generasi penerus bangsa tersebut. Untuk itu, perlu diadakan bus sekolah. Dengan demikian, akan mengakomodir pelajar tersebut, terlebih juga untuk yang rumahnya jauh dan tidak memiliki kendaraan.

Januar (52) salah satu warga Desa Ujung Tanjung Kecamatan Lebong Sakti mengeluhkan banyaknya para pelajar yang setiap harinya saat pulang sekolah, menaiki atap mobil. Tentunya hal tersebut sangat membahayakan para pelajar tersebut apabila sampai terjatuh dari atap mobil tersebut.

“Saya minta kepada bapak Kapolres untuk menindak para sopir yang mengangkut pelajar di atap mobil, karena hal tersebut sangat membahayakan mereka yang naik di atap mobil,” jelasnya.

Selain itu, dirinya mengatakan jika Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP M.Si pernah mengatakan jika Pemda akan menganggarkan pengadaan Bus Sekolah di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong agar tidak ada lagi pelajar yang naik di atap mobil akibat keterbatasan angkutan umum. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum terealisasi oleh Pemda Lebong untuk pengadaan Bus Sekolah. Menurutnya, memang banyak pelajar yang manjat ke atas atap mobil saat pulang dan pergi sekolah, hampir setiap hari pemandangan anak-anak sekolah salah satu SMP di Kecamatan Bingin Kuning ketika pulang sekolah naik ke atap mobil, bahkan tak jarang tidak hanya anak laki-laki yang naik ke atap mobil. Namun ada juga anak-anak perempuan yang naik ke atap mobil, tentunya hal tersebut sangat membahayakan nyawa mereka.

“Apa tunggu adanya korban baru Pemda mengadakan Bus Sekolah. Saya berharap jangan sampai seperti itu, untuk itu saya meminta Pemda Lebong melalui Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olahraga untuk menganggarkan Bus Sekolah tersebut. Selain itu, kita juga berharap pihak Wakil Rakyat yang ada di DPRD Lebong itu juga dapat menyetujui hal tersebut,” pungkas Januar.(777)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*