Tes CPNS, Materi TWK Dianggap Paling Sulit

cpnsjpnn.com, TANJUNG SELOR – Materi tes wawasan kebangsaan (TWK) dianggap paling sulit oleh para peserta seleksi CPNS.

Hingga hari keempat pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kaltara, Sabtu (14/10), sudah lebih dari 1.000 peserta dipastikan tidak lolos.

Mereka dipastikan tidak lolos karena tidak mencapai nilai ambang batas atau passing grade dan tidak hadir.

Berdasarkan catatan Berau Post (Jawa Pos Group), pada dua hari pelaksanaan SKD, hanya 244 dari 1.200 peserta yang lolos tes SKD. Sementara sisanya, rata-rata tidak memenuhi passing grade.

Salah satu peserta yang gagal lolos ke tahap SKB adalah Dewo. Peserta asal Kabupaten Berau, Kaltim ini mengaku kurang satu soal saja untuk bisa lolos dari tes SKB.

“Nilai saya 75, minimalnya 80,” ujarnya usai mengikuti sesi terakhir pada Jumat (13/10) malam.

Dia memberitahu nilainya usai ujian yaitu TWK 75 poin, TIU 90 poin, dan TKP 145 poin.

Dikatakannya, dari tiga materi soal, tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah yang paling susah dibandingkan tes intelegensi umum (TIU) dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Peserta harus memahami materi-materi tentang wawasan kebangsaan seperti sejarah. Namun, dia mengaku sudah berusaha maksimal dalam tes SKD tersebut, meski impiannya sudah pupus untuk menjadi PNS di Pemprov Kaltara.

“Mungkin belum berjodoh (bekerja jadi PNS) di Kaltara,” ujarnya lantas tertawa.

Sebelumnya, menurut Rio Ahmad, penjual buku kisi-kisi ujian CPNS, untuk menjawab pertanyaan dalam tes SKD peserta harus memiliki strategi agar bisa mendapatkan hasil maksimal.

Dia menyarankan peserta untuk menjawab pertanyaan mulai dari TKP terlebih dahulu, baru TWK dan TIU.

“Baca aja dulu jawabannya untuk yang TKP baru lihat pertanyaannya, pasti soalnya sesuai saja dengan yang kita perkirakan. Dan, soal TKP tidak terlalu menguras pikiran, karena berkaitan dengan kepribadian kita. Beda dengan TIU dan TWK yang lebih rumit,” terangnya.

Meski begitu, dia menjelaskan menjawab pertanyaan tersebut tergantung dengan masing-masing peserta. Sebab, tiap peserta memiliki wawasan dan cara berpikir yang berbeda.

“Fokus dalam menjawab soal juga sangat penting, jangan terpengaruh suasana sekitar,” sarannya. (rus/fen)