Tes CPNS Bersih, BKN Beri Penghargaan

Kepala BKPPD Seri Utami menunjukan penghargaan pelaksanaan  tes CPNS bersih dan bebas KKN dari BKN

MUKOMUKO, BE – Pelaksanaan tes CPNS Tahun 2014 lalu dijajaran Pemkab Mukomuko. Tidak hanya mendapatkan kepercayaan penuh dari para peserta. Hingga ada yang mengkampanyekan CPNS bersih, dengan berjalan kaki dari Kota Bengkulu menuju Kabupaten Mukomuko. Tetapi, pemda Mukomuko juga mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari BKN RI, dalam keberhasilan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, melakukan penyeleksian dan penerimaan CPNS yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). BKPPD dinilai telah melaksanakan proses seleksi dijalankan secara cepat, akuntabel dan transparan. Yang dinilai berdampak pada terbebasnya dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). “ Alhamdulillah kita mendapatkan penghargaan dari BKN. Sebagai daerah terbaik atas keberhasilan dalam pelaksanaan seleksi CPNS. Yang cepat, akuntabel, transparan, serta bebas dari KKN dalam rangka mewujudkan aparatur sipil negara yang professional dan bermartabat,” ungkap Kepala Badan Kepegawain , Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten, Seri Utami dikonfirmasi kemarin (6/4). Prestasi berupa sertifikat yang ditandatangani Kepala BKN, Eko Sutrino, kata Seri, diterima ketika rapat koordinasi terkait kepegawain yang berlangsung di BKN Regional VII Palembang, Maret 2015 lalu.“ Kami tidak mengetahui adanya penilaian tersebut. Ini berdasarkan pemantauan langsung dari tim monitoring dan pengawas BKN yang terjun kelokasi pada saat seleksi CPNS dilakukan,” ujarnya. Prestasi tersebut, lanjut Seri, lebih memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Pemda Mukomuko, atas kepemimpinan Bupati Ichwan Yunus, dalam penerimaan dan penyeleksian CPNS yang bersih dan tanpa sogok menyogok dan lainnya. “ Penerimaan CPNS bersih dan bebas dari KKN tetap akan dipertahankan. Tahun ini Kabupaten Mukomuko, telah mendapatkan sinyal dalam penerimaan CPNS formasi umum Tahun 2015 ini,” bebernya. Tahun 2014 lalu dengan jumlah kuota 114, yang terisi hanya 94. Ini disebabkan tidak ada pendaftar dan peserta yang mengikuti tes tidak memenuhi passing grade yang telah ditetapkan. (900)