Terungkap! Ternyata Ini Alasan TKI Memilih Pulang Secara Ilegal

Petugas Tagana sedang mendata para korban kapal tenggelam yang selamat saat akan diberangkatkan dari selter Nilam Suri Nongsa ke Bandara Hang Nadim Batam , Minggu, (6/11). Sebanyak lebih kurang 22 orang korban kapal tenggelam yang selamat  asal Nusa Tenggara Barat dipulangkan ke kampung halamannya. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Para TKI ini pulang dari Malaysia secara ilegal karena tidak ingin kena blacklist pemerintah negara setempat. Foto: batampos/jpg

BATAM – Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memilih pulang secara ilegal untuk menghindari masuk daftar hitam pemerintah Malaysia.

Ini supaya mereka masih bisa kembali ke Malaysia suatu saat nanti.

“Kalau sidik jari mereka diambil, mereka masuk daftar hitam,” kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Harmono.

Pulang secara ilegal, sesungguhnya, merugikan bagi mereka. Pertama, tarif yang cenderung lebih mahal.

Para TKI tersebut harus menyetorkan uang, minimal 700 ringgit atau Rp 2,181 juta (1 Ringgit  =  Rp 3.117, 18) untuk bisa pulang ke Indonesia.

Sementara jika melewati jalur resmi, tiket Malaysia – Batam dijual dengan harga Rp 175 ribu atau Rp 240 ribu jika ditambah dengan pajak Rp 65 ribu.

Dan alasan yang kedua, bahaya. Jalur ilegal berbahaya bagi keselamatan mereka. Tenggelamnya kapal yang mengangkut TKI ilegal Rabu (2/11) lalu menjadi satu contohnya.

“Kami tidak tahu mereka sudah masuk daftar hitam Pemerintah Malaysia atau belum. Tapi kenapa mereka memilih jalur (ilegal) ini sebenarnya untuk menghindari di-black list,” jelas Harmono  seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini.

Harmono berharap, kejadian Rabu (2/11) itu membawa efek jera pada para TKI yang selamat. Tidak hanya mereka, tetapi juga keluarga dan sanak saudara TKI tersebut, baik yang selamat maupun yang meninggal.

“Supaya mereka berpikir dua kali untuk pergi secara ilegal,” kata Harmono. (ceu/ray/jpnn)