Terobsesi Manusia Harimau, ABG jadi Korban Hipnotis, Begini Kondisinya

JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jufri SIK dan KBO Reskrim, Ipda Rahmat saat meminta keterangan dari korban dan pihak keluarga yang diduga terkena hipnotis saat melapor di Mapolres Bengkulu Utara, Rabu (11/10).
JULIAN/Bengkulu Ekspress Tampak Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jufri SIK dan KBO Reskrim, Ipda Rahmat saat meminta keterangan dari korban dan pihak keluarga yang diduga terkena hipnotis saat melapor di Mapolres Bengkulu Utara, Rabu (11/10).

StatusARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Salah seorang gadis berinisial Re (16) warga Desa Pal 30 Kecamatan Lais menghilang sejak Sabtu pagi (7/10). Korban berhasil ditemukan tim Reskrim Polres Bengkulu Utara, di Kota Bengkulu, Rabu siang (11/10).

Korban ditemukan dalam kondisi bingung. Kuat dugaan korban telah mengalami pencucian otak saat ditemukan disalah satu pondok pesantren di Kota Bengkulu.

”Kita dapat laporan dari pihak keluarga yang melapor kehilangan anaknya. Setelah beberapa hari pencarian, korban kita temukan di salah satu pondok pesantren di Kota Bengkulu,” ujar Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK.

Korban bersama tim Reskrim yang dipimpin langsung KBO Reskrim Iptu Rahmat tiba di Mapolres Bengkulu Utara sekitar pukul 18.00 Wib. Kemudian, korban dan keluarga mendapatkan pengarahan dari Kasat Reskrim. Sekitar pukul 20.15 Wib korban dibawa keluarga pulang ke rumah.

”Korban kita kenakan wajib lapor ke Polsek Lais. Sehingga perkembangan terhadap korban dapat diketahui. Karena korban masih ngotot ingin kembali ke pondok pesantren tersebut,” ungkapnya.

Hilangnya korban dikaitkan dengan percakapan korban di salah satu media sosial, yakni mengenai pemahaman akan Legenda Manusia Harimau. Tak hanya itu, status korban di media sosial terakhir tanggal 7 Oktober 2017 ingin berangkat ke Pulau Jawa bertemu dan menuntut ilmu dengan Prabu Siliwangi. Bahkan korban akan mengakhiri komunikasi baik melalui media sosial ataupun menggunakan telepon seluler dengan dunia luar.

”Ini masih kita dalami. Kita juga berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk menelusuri dan memastikan aliran apa sebenarnya yang diikuti oleh korban,” pungkas Kasat.(jul)