Ternyata 2015 Menyebalkan

Oleh: AZRUL ANANDA

Tiga puluh tahun lalu, ada prediksi bahwa pada 2015 ini ada sepatu yang talinya bisa mengikat secara otomatis, skateboard tanpa roda, jaket yang bisa mengering sendiri kalau basah, dan mobil terbang di mana-mana.

***

Kalau Anda penggemar pop culture, atau minimal agak gaul sedikit, mungkin paragraf pembuka di atas sudah memberikan petunjuk kuat.

Prediksi itu muncul dari film Back to the Future, yang muncul dalam tiga seri antara 1985-1990.

Dibintangi Michael J. Fox sebagai Marty McFly dan Christopher Lloyd sebagai Doc Brown, mereka menggunakan mesin waktu berupa mobil DeLorean.

Cerita seri pertama pergi dari 1985 ke 1955, lalu seri kedua dari 1985 ke 2015, dan yang terakhir dari 1955 ke 1885.

Dari ketiganya, perjalanan ke 2015 menjadi bahan perbincangan seru dalam beberapa waktu terakhir. Khususnya seminggu terakhir.

Sebab, pekan lalu, tepatnya 21 Oktober 2015, dianggap sebagai peringatan 30 tahun Back to the Future. Pada tanggal itulah diceritakan Marty dan Doc nongol dari masa lalu, dan ada banyak hal keren yang digambarkan terjadi pada Oktober 2015 itu.

Menurut film tersebut, pada 2015, ada jalan tol di angkasa karena semua mobil bisa terbang. Sepatu Nike tidak perlu ribet untuk dipakai, karena talinya bisa mengencangkan diri secara otomatis. Skateboard sudah punah, digantikan hoverboard yang bisa terbang. Jaket bisa mengecil menyesuaikan dengan tubuh pemakai, dan bisa mengering sendiri ketika basah.

Pada akhir 1985, ketika film pertama beredar, semua itu terasa sangat mungkin dicapai.

Eh, 30 tahun kemudian.

***

Tiga puluh tahun Back to the Future itu ramai diperingati di Amerika dalam sepekan terakhir. Koran USA Today, yang dalam film seri kedua nongol, menerbitkan edisi replikanya pada 22 Oktober lalu. Dan korannya sold out jadi bahan koleksian!

Ketiga film itu juga kembali diputar di bioskop, mendapat sambutan cukup hangat.

Dan untuk memperingati 30 tahun itu, Michael J. Fox, kini 54 tahun dan mengidap Parkinson, serta Lloyd, kini 77 tahun, muncul dalam berbagai acara televisi kondang di Amerika.

Yang paling seru ketika mereka muncul sebagai karakter film, naik mobil DeLorean, lalu tiba-tiba muncul dari balik asap di acara Jimmy Kimmel Live (silakan YouTube).

Disambut sorakan penonton, keduanya seolah baru datang dari masa lalu, dari 1985. Marty pun bertanya kepada Doc Brown. “Ini tahun berapa?”

Doc Brown menjawab, “Menurut perhitungan saya, 2015. Ini adalah masa depan!”
“Wah, ini berat. Orang-orang ini datang ke sini naik mobil terbang!” lanjut Marty.

Jimmy Kimmel pun menyela.

“Wah maaf, kita sebenarnya masih belum berhasil dalam hal mobil terbang,” ujar sang talk show host.

Kimmel lantas menjelaskan bahwa mereka sekarang sedang di acara TV. “Tapi, mungkin lebih banyak yang akan menonton lewat telepon saat duduk di toilet besok,” katanya.

Marty dan Doc tercengang.

“Itu menjijikkan,” tukas Marty.

“Itu lebih baik dari kedengarannya. Malah sebenarnya agak mengasyikkan,” balas Kimmel.

Serangkaian pertanyaan lantas disampaikan kepada Kimmel.

Mobil terbang? Belum.

Hoverboard? Masih belum.

Perdamaian di Timur Tengah? Juga belum!

Marty pun bertanya keheranan, “Lalu, kalian ngapain aja dalam 30 tahun terakhir?”

Kimmel menjawab,”Kami berhasil menemukan cronut. Gabungan antara croissant dan donut.”

Geleng-geleng kepala, Marty pun bilang kepada Doc Brown, “Doc, ternyata tahun 2015 itu menyebalkan.”

Ketika berdiskusi, Kimmel mengeluarkan telepon, mendekati keduanya, lalu melakukan selfie.

“Apa-apaan ini?” tanya Doc Brown.

“Ini namanya selfie. Ini cara kami sekarang mendokumentasikan event-event penting dalam hidup,” jawab Kimmel.

Doc Brown, seorang profesor genius, lantas terkagum-kagum melihat smartphone milik Kimmel. “Ini superkomputer mungil. Ini bisa membantu para astrophysichist untuk melakukan perhitungan kompleks,” ucapnya.

Kimmel kembali menimpali, “Ya, mungkin itu bisa melakukan itu. Tapi, kami lebih banyak menggunakannya untuk mengirim gambar wajah senyum ke satu sama lain.”
Silakan nonton di YouTube. Lucunya minta ampun.

Dan alangkah ironisnya memang. Orang dari masa lalu punya harapan begitu tinggi untuk masa depan (sekarang), tapi ternyata hasilnya begini-begini saja.

Pada akhir acara itu, Doc Brown pun berkata kepada Marty bahwa mereka harus kembali lagi ke masa lalu untuk menemukan apa yang salah pada masa lalu, sehingga mengakibatkan kondisi pada 2015 begini-begini saja. Untuk mengetahui mengapa evolusi manusia terhenti.

Nah, kalau di negara maju saja harapan belum tercapai, apalagi di negara kita? Wkwkwkwkwk.
Jangankan membangun jalan tol di angkasa, membangun jalan tol yang biasa saja tak kunjung nyambung-nyambung.

***

Karena prediksi 30 tahun tidak tercapai, beranikah kita memprediksi 30 tahun ke depan seperti apa? Terus terang, jangankan memikirkan sepuluh tahun ke depan, menghadapi tahun depan saja ini sudah lumayan ngeri. Apalagi sekarang waktunya memikirkan budget dan proyeksi untuk tahun depan.

Dulu, orang generasi lama mungkin pernah bilang, masa depan yang lebih baik ada di tangan generasi kita (kalau saya generasi lahir 1970-an).

Sekarang, kita kayaknya harus melanjutkan ucapan tersebut ke generasi selanjutnya. Bahwa masa depan yang lebih baik mungkin belum tercapai di generasi yang sekarang berkarya dan berkuasa, baru akan dicapai oleh generasi anak-anak kita kelak.

Dengan alasan itu, minggu lalu, saya mengajak anak-anak saya (usia 7, 6, dan 4 tahun) menonton Back to the Future seri 1, 2, dan 3 selama tiga hari berturut-turut.

Supaya mereka punya imajinasi tentang masa depan yang lebih baik. Karena mungkin pada era mereka kelak benar-benar ada jalan tol di angkasa, hoverboard, dan perdamaian di Timur Tengah.(*)