Terlanjur Makan Ikan Kaleng Bercacing, Lakukan Segera Hal Ini

Ikan makerel dijual di minimarket
Ikan makerel dijual di minimarket

JawaPos.com – Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait ikan makarel terinfeksi cacing parasit, membuat masyarakat harus lebih waspada. Produk-produk yang terinfeksi pun sudah ditarik dari pasaran.

Pakar Parasitologi Universitas Gajah Mada (UGM), Wisnu Nurcahyo, menjelaskan sebetulnya saat dimasak matang, maka parasit cacing tersebut sudah mati dan tidak akan menular. Akan tetapi, secara tingkat higienis makanan, tak mungkin masyarakat dipersilahkan untuk mengosumsi makanan yang sudah terinfeksi cacing.Bahkan, bisa menyebabkan masalah kesehatan.

“Masa kita makan cacing? Sebab kalau jumlahnya banyak, itu juga berbahaya bisa jadi toksin gatal-gatal pada manusia. Menyebabkan alergi yang hipersensivitas tinggi,” kata Wisnu kepada JawaPos.com, Minggu (1/4).

Parasit tersebut bertelur di ikan. Kemudian saat disantap oleh manusia ada kemungkinan larvanya masuk menembus ke usus. Sehingga menimbulkan gejala gangguan pada kesehatan seperti radang usus, muntah, mual.
“Jika jumlahnya sedikit muntah mual saja. Tetapi jika terlambat bisa sampai meninggal. Sebab kalau muntah mual kan bisa dehidrasi kekurangan cairan,” ungkapnya.

Bagaimana jika sudah terlanjur memakan ikan kaleng terinfeksi cacing?

Caranya tentu harus segera dilarikan ke rumah sakit. “Jika timbul gejala maka harus segera ke rumah sakit, diinfus dan banyak minun air putih,” kata Wisnu.

Atas kasus ini, Wisnu menyarankan kepada BPOM dan pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh. Sebab, kasus ini tidak hanya baru terjadi, seperti kasus temuan cacing di ikan kalengan sarden tahun 2000.

“Ikan makerel atau sarden selama ini biasa saja memang bisa terkena parasit. Kebetulan saja kini sedang ada jadi ribut. Harus diinvestigas, malah dibenci nanti sama pemerintah misalnya memghambat orang makan ikan. Maka dicari solusinya,” tutupnya.

Untuk menghindari infeksi cacing, masyarakat bisa melakukan pencegahan. Misalnya, jangan mengonsumsi ikan yang kurang matang. (ika/JPC)