Terjaring Razia, Disuruh Menyanyi

razia
BENGKULU, BE – Sekitar pukul 15.00 WIB, kemarin (6/04) bertempat di Jalan S Parman, Kelurahan Padang Jati, jajaran Satlantas Polres Bengkulu yang langsung dipimpin Kapolres AKBP Ardian Indra Nurinta SIK melakukan razia kendaraan roda dua dan empat. Hal itu merupakan rangkaian kegiatan operasi Simpatik Nala.
“Kita melakukan operasi Simpatik Nala ini untuk menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas, namun bukan justru takut dengan polisi,” ujar Kapolres, kepada BE.
Ditambah Kapolres, tertib berlalu lintas harus dilakukan dengan cara menggunakan helm standar, memiliki spion dan knalpot standar, STNK dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Kalau mengenai pengendara yang terjaring disuruh menyanyi, itu inisiatif dari Kasatlantas,” terang Ardian.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Bengkulu, IPTU Sukma Pranata mengatakan, pihaknya memang memberikan tiga pilihan kepada para pengendara yang terjaring razia.
Pihaknya sengaja memberikan tiga pilihan itu dalam rangka operasi Simpatik Nala. Selain menyanyi sambil mengisi surat tilang, pengendara yang melanggar diberi pembinaan dan naseha agar tidak mengulangi kesalahannya lagi.
“Kita memberikan tiga pilihan kepada para pengendara yang terjaring razia, yaitu mengisi surat tilang atau menyanyi atau berjoget,” kata Sukma.
Sementara itu, Emi salah seorang PNS yang terjaring dalam razia itu mengatakan, dengan adanya aksi dari pihak kepolisian seperti ini akan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas.
“Menurut saya sih bagus seperti ini, agar kita bisa sadar sendiri,” ungkap abdi negara tersebut.
Pantauan BE dilapangan, ada puluhan pengendara yang terjaring dalam razia operasi tersebut. Mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara terjaring razia itu, seperti tidak membawa kelengkapan surat dan kendaraannya. Saat diberikan tiga pilihan tersebut oleh Pengendara yang terjaring razia lebih memilih untuk menyanyi dan berjoget, dibandingkan harus mengisi surat tilang.
Pengendara terjaring beragam, mulai dari anak sekolah hingga PNS. (927)