Terganjal SPJ, Dana Desa 180 Desa Belum Cair

SAMPAIKAN: Beberapa Kades saat mendatangi kantor PMD untuk mengajukan SPJ 2017 dan mengambil rekomendasi pencairan Dana Desa tahap pertama, Kamis (5/4).
SAMPAIKAN: Beberapa Kades saat mendatangi kantor PMD untuk mengajukan SPJ 2017 dan mengambil rekomendasi pencairan Dana Desa tahap pertama, Kamis (5/4).

BINTUHAN, Bengklulu Ekspress – Pencarian Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahap pertama sebesar 20 persen sudah selesai terhitung 31 Maret 2018 lalu. Namun sayang DD itu masih mengendap di kas daerah.

Hal ini dikarenakan dari 192 desa tersebar di 15 kecamatan itu, baru 12 desa yang sudah mencairkan DD. Sementara 180 desa belum mengajukan pencairan.

“Batas pencairan 20 persen ini bulan Maret kemarin, dan seharusnya ini sudah masuk pencairan ke tahap dua 40 persen. Tapi sampai kini baru 12 desa sudah dapat rekomendasi pencairan DD ini,” kata Kepala PMD Kaur, Asmawi SAg MH melalui Kasi Penataan Administrasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa/Kelurahan, Firman Hayadi SPd, kemarin (5/4).

Dikatakannya, tahun 2018 ini total DD untuk 192 desa itu ada sekitar 129 miliar lebih dan masuk ke Kasda kurang lebih sekitar 25 miliar untuk tahap pertama ini. Ia menegaskan agar Kades secepatnya menuntaskan seluruh dokumen administrasi yang diperlukan.

Sebab ini seharusnya sudah mulai melakukan pencairan Dana Desa 40 persen. Akan tetapi semenjak proses pencairan dibuka dan anggaran sudah masuk Kasda hingga ini baru 12 desa sudah mencairkan Dana Desa. Sehingga dana miliaran itu belum terealisasi 50 persen.

“Kendala Kades belum cairan Dana Desa ini di SPJ, dan sampai sekarang ini baru 70 persen terealisasi. Untuk itu kita minta kepada Kades agar segera menyelesaikan SPJ tahun 2017 agar bisa mencairkan Dana Desa tahap pertama ini,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui. dalam pencairan Dana Desa dan ADD tahun 2018 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun 2017 lalu pencairan Dana Desa dilakukan dalam dua tahap dalm satu tahun anggaran.

Sedangkan tahun ini, pencairan Dana Desa dilakukan sebanyak tiga tahap. Yakni tahap pertama 20 persen dan tahap kedua dan ketiga 40 persen 40 persen. (618)