Temui Dahlan, Kepala Suku Papua Menangis

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90
Wolter Benny Hesegem jauh-jauh datang dari Wamena ke Surabaya untuk menemui Dahlan Iskan. (Foto JAWA POS/BE).

Dukungan moral terhadap Dahlan Iskan juga datang dari tanah Papua. Wolter Benny Hesegem jauh-jauh datang dari Wamena ke Surabaya untuk menemui mantan menteri BUMN itu di rumahnya kemarin siang (2/11). Pria yang juga kepala suku di Wamena tersebut yakin Dahlan tidak bersalah meski sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan.

Wolter datang ke rumah Dahlan di Perumahan Sakura Regency sekitar pukul 13.00. Dia bersama dua temannya yang juga berasal dari Wamena. Dahlan yang sedang berada di dalam rumah menyambut mereka dengan hangat. Salaman dan pelukan membuat pertemuan itu terlihat spesial.

Tidak banyak kata dalam perjumpaan tersebut. Wolter memeluk erat Dahlan, tapi terlihat sulit untuk berkata-kata. Dia menangis tersedu-sedu. Air matanya deras mengalir tidak terbendung. Wolter kembali menangis saat menatap Dahlan setelah melepas pelukan. ’’Saya tahu Bapak, Bapak tidak bersalah, meski saya jauh di sana,’’ ucap Wolter.

Dia sangat ngefans kepada Dahlan. Saking mengidolakannya, Wolter memberi nama anaknya Dahlan Hesegem. Kepada mantan Dirut PLN itu, Wolter mengaku tidak berani memberikan nama Dahlan Iskan agar sama persis. Tapi, dia hanya mengambil nama Dahlan yang disambungkan dengan marganya.

Dahlan kemudian mengajak Wolter berdiskusi di ruang tamu sisi belakang. Meski sudah duduk dengan tenang, Wolter masih tidak bisa menahan tangisnya saat melihat Dahlan yang duduk di depannya. ’’Saya percaya Bapak menabur kebaikan, pasti akan menuai kebaikan,’’ ucap Wolter. (atm/c5/nw)