Teknologi Perlahan Gantikan Fungsi SDM

SosmedBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Masuknya teknologi di Industri Perbankan disebut-sebut akan menjadi penyebab berkurangnya jumlah karyawan Bank dimasa yang akan datang. Bahkan teknologi perlahan akan menggantikan fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) di Perbankan.

Senior Executive Vice President LPS, Suharno Eliandy menjelaskan, dengan adanya pemanfaatan teknologi akan berpengaruh ke jumlah karyawan. Meskipun belum tentu hal tersebut akan mengurangi karyawan mengingat para karyawan bank bisa ditempatkan di bagian lainnya. “Berkurang belum tentu, namun bisa saja ditempatkan ke tempat lain yang memerlukan tenaga manusia,” ujar Suharno kemarin (8/1).

Namun tak dapat dipungkiri, teknologi juga akan menyebabkan adanya peralihan tenaga kerja. Hal ini karena, nasabah yang biasanya bertransaksi melalui teller akan bergeser ke mesin setor tunai atau cash deposit machine (CDM). “Jika sebelumnya harus mengantri di bank untuk setor melalui Teller, maka sekarang cukup menggunakan CDM,” sambung Suharno.

Maka untuk mengantisipasi, bank harus meningkatkan dan melakukan penguatan SDM. Meski begitu tidak seluruh hal di Perbankan sepenuhnya digantikan teknologi, karen ada kegiatan tertentu di bank yang tidak bisa digantikan oleh mesin, misalnya untuk nasabah prioritas yang tidak mungkin dilayani mesin namun harus manusia langsung.

“Seperti transaksi uang dalam jumlah besar, namun untuk antisipasi bank tetap harus melakukan pelatihan dan peningkatan kualitas SDM,” lanjut Suharno.

Seiring dengan perkembangan teknologi, bank mau tidak mau harus menerima hal ini. Contoh dengan hadirnya fintech yang rajin memberikan peer to peer lending kepada segmen tertentu. Meskipun peer to peer lending memang tidak terlalu besar pemberian kreditnya, namun bank juga harus memiliki strategi untuk bertahan. “Bank harus memiliki target ke market, segmen mana yang akan dibidik lalu digarap. Bank juga harus memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk lebih memaksimalkan kinerja,” tutup Suharno.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Yan Syafri berharap, industri perbankan dapat memanfaatkan teknologi informasi secara tepat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam menjalankan pelayanan finansialnya. “Pemanfaatan teknologi dapat membuat aktivitas perbankan semakin efisien dan digunakan secara tepat untuk memaksimalkan kinerja perbankan,” ujar Yan.

Pihaknya juga berharap perbankan bisa lebih efisien memanfaatkan teknologi secara terukur, dan prosesnya paralel serta tidak langsung big bang, sehingga imbas kepada tenaga kerja tidak signifikan. “Penerapan teknologi secara bertahap dan tidak secara langsung, imbasnya pada tenaga kerja juga tidak besar,” sambung Yan.

Tak dipungkiri Yan, proses digitalisasi di industri perbankan memang telah berlangsung sejak lama. Contohnya, banyak bank yang telah menerapkan jaringan distribusi laku pandai atau branchless banking.

“Sudah sejak lama digitalisasi dimanfaatkan perbankan terutama di era kecanggihan teknologi yang semakin memudahkan perbankan melaksanakan operasionalnya dengan baik,” lanjut Yan.
Digitalisasi juga dinilai bahwa branchless banking memiliki implikasi yang jelas yaitu memungkinkan bank tidak perlu membuka cabang baru, melainkan memanfaatkan para agen bank sehingga mampu menciptakan efisiensi. Lebih lagi, saat ini kompetisi di industri keuangan sudah memasuki era persaingan berbasis teknologi informasi sehingga perbankan yang tidak melakukan digitalisasi akan ketinggalan.

“Sekarang sudah eranya digitalisasi, kalau tidak nanti ketinggalan. Mau deposit type, payment system type, transaction fee, atau lending semua banyak ditawarkan oleh lembaga nonjasa keuangan,” sambung Yan.

Namun Yan mengatakan, di sisi lain perbankan juga perlu mengoptimalkan tenaga kerja. Salah satunya dilakukan melalui realokasi tenaga kerja dari kegiatan-kegiatan operasional yang akan digantikan oleh teknologi diarahkan kepada bidang-bidang yang membutuhkan faktor analitis manusia.

“Ada bidang yang memang bisa digantikan dengan teknologi dan ada yang bidang masih memerlukan SDM karena ada kegiatan atau aktivitas perbankan yang tidak bisa di digitalisasi seperti analytical dan riset,” terang Yan.

Terakhir Yan menegaskan, era digitalisasi memang tidak bisa dihindari karena sudah tuntutan perkembangan zaman. Terkait tenaga kerja, dirinya tak menampik memang akan memepengaruhi jumlah tenaga kerja, namun sejauh ini tidak terlalu signifikan sebab masih ada berbagai bidang yang memang masih memerlukan tenaga SDM.

“Di era digitalisasi seperti ini kecanggihan teknologi akan membawa banyak dampak positif untuk memudahkan kerja perbankan, pengaruhnya pada tenaga kerja juga tidak terlalu signifikan asalkan diimbangi dnegan peningkatan kualitas SDM,” tuutp Yan. (999)