Tekan Angka Kriminalitas, Dialog dengan Pedagang

Ketika Kapolres ‘Blusukan’ ke Pasar
RIO-KAPOLRES PIMPIN GIAT POLISI MASUK PASAR (1)
Pasar merupakan suatu tempat yang selalu ramai, sebab di tempat inilah transaksi jual beli barang-barang kebutuham hidup manusia berlangsung. Karena selalu ramai dan banyak pengunjung inilah, pasar rentan menjadi tempat terjadinya tindak kriminaliyas serta premanisme. Seperti adanya kejadian penjambretan, pencopetan, pencurian, perkelahian dan tindakan melanggar hukum lainnya.
Untuk menekan angka kriminalitas dan premanisme tersebut tentu tidak mudah, sebab itu Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK langsung turun ke pasar untuk bisa melakukan pendekatan secara persuasif pada masyarakat di pasar.

Rabiatul Fadilah, Kota Bengkulu

Kemarin (23/04) sekitar pukul 09.00 WIB Kapolres Bengkulu beserta pasukannya tiba di Pasar Panorama Bengkulu. Kapolres langsung masuk ke dalam pasar dan langsung menebar senyum pada semua pedagang yang ada, bahkan Kapolres juga mengajak para pedagang bercengkrama, serta Kapolres juga langsung berbelanja di Pasar Panorama. Bukan hanya Kapolres saja yang bersikap demikian, namun juga para anggotanya yang lain. Semua pasukan menyebar di dalam Pasar Panorama dan bercengkrama dengan para pedagang serta para pembeli yang ada. Situasi tersebut nampak sangat bersahabat.
Di depan awak media, Kapolres mengungkapkan, kegiatan yang dilakukannya ini merupakan suatu program yang dimiliki oleh Polri untuk menekan tingkat kriminalitas yang terjadi di Indonesia, khususnya Bengkulu.
“Ini merupakan program polisi menjalin yang dalam artinya, polisi yang berbaur dengan masyarakat di pasar, polisi bisa berkomunikasi dengan masyarakat, menjalin silaturahmi dan harapan kita nantinya dia mengetahui mengenai permasalahan-permasalahan yang ada di pasar, ” jelas Kapolres.
Ditambahkannya, misalnya dengan melakukan pendekatan pada masyarakat di pasar, maka polisi akan lebih cepat mengetahui tentang informasi yang ada di pasar. Khususnya informasi yang berkaitan dengan krimilisme, radikalisme, premanise dan lainnya. Sebab pasar kesehariannya merupakan tempat bertemunya bermacam-macam orang. “Yang kita lakukan saat ini bukan penjagaan, tapi lebih pada pendekatan pada masyarakat,” imbuhnya.
Lanjut Kapolres, setelah ia apel pagi, pihaknya beserta anggotanya langsung turun ke pasar satu jam, setelah itu kembali lagi kekantor untuk bertugas. Kegiatan ini berlangsung setiap minggunya. Jika nantinya, di Pasar Panorama dirasa pendekatannya sudah cukup, maka pihaknya dan anggota akan pindah ke pasar lainnya.
“Jadi tujuannya memang untuk membaur dengan masyarakat, berkompromi dengan masyarakat, sehingga masyarakat memegang solusi itu, bukan masyarakat yang takut dengan aparat,”ujarnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat bisa bersahabat dengan polisis, serta pasca penertiban pasar beberapa waktu lalu. Pasar panorama ini bisa tertib dan aman.(**)