Senin, 27/02/2012 - 10:41 WIB
Seputar Kota | redaksi - Bengkulu Ekspress

Tarif Angkot Naik

BENGKULU, BE – Jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, tarif Angkot dipastikan ikut naik. Seperti yang disampaikan Ketua Satgas Angkot kuning, Zulkifli, bahwa kenaikan premium akan berdampak langsung kepada angkutan umum. Menurutnya, banyak yang harus dipenuhi dan menjadi kebutuhan sopir Angkot, sehingga tentunya akan ada kenaikan tarif Angkot bila hal itu terjadi. “Kenaikan harga premium juga akan berdampak pada kebutuhan sopir Angkot,” kata Zulkifli. Namun kata Zulkifli, kenaikan itu melihat situasi dan kondisi yang terjadi. “Kalau kenaikan BBM masih relatif kecil berkisar antara Rp 500 – Rp 1000, maka kami akan pikir-pikir dulu karena kenaikan tersebut belum terlalu besar,” ungkapnya. Diterangkannya bahwa pihaknya masih memikirkan kesanggupan masyarakat dalam membayar sehingga kenaikan tarif diharapkan tidak menyengsarakan masyarakat. “Bila harus naikkan tarif, kami tidak akan semena-mena, karena kami akan memberikan tarif yang tentunya terjangkau dengan masyarakat dan juga anak sekolah,” jelas Zulkifli.

Awasi Penimbunan
Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu meminta kabupaten/kota untuk mengantisipasi adanya penimbunan menjelang rencananya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) April 2012 mendatang. Pelaksana Tugas Gubernur H Junaidi Hamsyah SAg MPd mengungkapkan, aksi orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut dikhawatirkan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. “Sekarang kita harus awasi, jangan sampai ada yang melakukan penimbunan BBM sebelum dinaikkan harganya oleh pemerintah. Itu bisa meresahkan masyarakat,” katanya kepada BE, kemarin. Ia mengatakan pengawasan BBM akan melibatkan PT Pertamina sebagai penyuplai, aparat kepolisian, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bengkulu dan kabupaten/kota. Mengenai dampak kenaikan harga BBM nantinya di Bengkulu, Junaidi mengakui hal ini tidak bisa dihindarkan. “Namun, jika terus dibiarkan, maka tanggungan subsidi pemerintah terhadap BBM akan semakin membengkak,” katanya. Bahkan, kenaikan BBM bersubsidi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada tingginya inflasi di Bengkulu. Meski demikian, Junaidi berharap dampak kenaikan BBM harus bisa dipercepat untuk normal kembali. “Pasti ada dampak. BBM bisa pengaruhi segala sektor, seperti transportasi, industri, dan pasti semua berpengaruh. Kita harap paling tidak itu bisa cepat normal,” bebernya. Junaidi menambahkan, rencana kenaikan BMM bersubsidi ini membutuhkan kejelasan mengenai besaran kenaikan harga dan waktu penetepannya. Jika terus menerus dilemparkan ke publik, justru dikhawatikan masyarakat menjadi resah. “Cuma sampai sekarang kita tak tahu berapa kenaikannya. Itu harus diperjelas,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi mesti ditempuh demi menyelamatkan perekonomian serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, kenaikan tertentu. Dan sebelum ini menjadi keputusan final, sifatnya adalah perencanaan yang harus kita selesaikan dengan baik,” ujar. (cw3/100)

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


5 × = lima belas

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved