Tari Kejei Terima Sertifikat Warisan Tak Benda Indonesia

Muhadjir EffendiPelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menerima sertifikat warisan tak benda Indonesia di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Sertifikat warisan tak benda Indonesia ini diterima Plt Gubernur Bengkulu dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada puncak acara kegiatan penetapan warisan tak benda Indonesia 2017.

Pada kesempatan yang berlangsung meriah ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI juga menyerahkan sebanyak 150 sertifikat warisan tak benda di seluruh Indonesia kepala para pimpinan daerah, yakni 9 gubernur dan 25 kepala dinas dari 34 provinsi di Indonesia.

Warisan tak benda Indonesia di Provinsi Bengkulu yang ditepakan pada 2017 ini, adalah kesenian rakyat Suku Rejang, Tari Kejei.

Tari Kejei ini, biasa dimainkan oleh para muda mudi sebagai sarana perkenalan antara bujang dan gadis Suku Rejang Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Provinsi Bengkulu juga menerima sertifikat serupa. Yakni, Tabut dan Kaganga pada tahun 2013, serta Kain Besurek, Kerajianan Kayu Lantung dan Rumah Adat Suku Rejang pada tahun 2015.

Menurut Mendikbud Muhadjir, penyerahan sertifikat ini dilakukan agar para pimpinan dan kepala daerah dapat melestarikan warisan budaya tak benda. Para pimpinan daerah ini, lanjut Muhadjir, agar dapat melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya tak benda yang juga merupakan kekuatan budaya dan identitas bangsa yang perlu diselamatkan.

Selain itu, Muhadjir juga meminta kepada gubernur yang hadir agar menjaga warisan budaya tak benda yang ada di provinsi masing-masing.

” Ini sebagai tanggungjawab kepada anak cucu kita,” tegas Muhajir pada penetapan warisan budaya tak benda tahun ke-lima ini. (rls)