Tanpa UKM, Pariwisata tak Berjalan

Menkop UKM : UKM di Tempat Wisata Mesti Ditata

rio-menteri-koperasi-ukm-ri-puspayoga-bersama-gub-dan-istri-meninjau-pameran-bengkulu-expo-4

BENGKULU, BE – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga berpendapat, tanpa ada pengembangan UKM, maka sektor pariwisata tak akan pernah maju.

“Sektor UKM harus berkembang di Bengkulu. Kalau tidak berkembang, maka program pengembangan pariwisata tidak akan berjalan,” ujar Puspayoga saat meresmikan pembukaan Bengkulu Expo 2016, di lapangan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, kemarin (17/11).

Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013 ini mengemukakan, sektor pariwisata dan pengembangan UKM menjadi satu kesatuan. Ketika UKM berkembang, hal tersebut mempu memancing wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara datang ke Bengkulu.

“Sinergitas sangat penting untuk dilakukan. Langkah expo seperti ini, juga akan menjadi media menarik wasatawan datang,” bebernya.

Puspayoga menilai, pertumbuhan UKM di Bengkulu yang berjalan pesat. Namun demikian, dirinya memberikan catatan masih belum tertatanya UKM berjualan di pesisir Pantai Panjang Bengkulu. Sehingga dibutuhkan penyesuaian penempatan.

“UKM di tempat wisata tidak boleh dibunuh, tapi harus dirapikan. Kalau rapi, wisatawan juga enak datang,” urai Puspayoga.

Disamping itu, infrastruktur juga harus memadai. Baik jalan, listrik maupun infrastruktur lainnya. Tarmasuk sumber daya manusia (SDM)-nya juga harus berjalan seimbang. Ketika berjalan seimbang, maka pertumbuhan ekonomi dari semua sektor, secara otomatis juga ikut berkembang.

“Di Bali, masyarakatnya sudah mempunyai cara membuat pengunjung nyaman datang. Tapi prosesnya tidak instan, membutuhkan waktu panjang. Karena untuk merubah cara fikir masyarakat itu harus pelan-pelan. Punya uang, bisa bangun infrastruktur tapi untuk membangun SDM, walapun punya uang banyak, masih tetap susah,” tambah Puspayoga.

Untuk itu, Menkop UKM RI meminta kepada daerah untuk terus melakukan sinergitas. Baik dengan Kemenkop UKM maupun Kementrian Pariwisata. Terlebih Bengkulu memiliki batik bersurek yang menjadi pemikat wisatawan.

“Potensi Bengkulu sangat banyak jika dikembangkan. Jujur, saya terkesima datang ke Bengkulu. Kalau di undang lagi, pasti saya datang,” imbuhnya.

Siapkan Visit Bengkulu 2020

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MA mengungkapkan, Bengkulu memiliki target besar pada tahun 2020 nanti, yaitu Visit 2020 Wonderful Bengkulu.

Teget tersebut akan mengadakan 52 event, tepat HUT Provinsi Bengkulu ke-52. Bengkulu Expo 2016 yang digelar kemarin (17/11) merupakan rangkaian menuju visit 2020.

“Kehadirian Pak Mentri, membuat semangat baru dalam mencapai visit 2020. Karena kita ingin pada 2020 event tersebut dapat masuk menjadi kalender nasional,” tegas RM.

Tak hanya itu, event Bengkulu Expo tahun ini melibatkan seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu. Pada tahun 2017 mendatang, event sama juga akan digelar kembali, dengan melibatkan provinsi tetanga. Mulai dari Lampung, Sumatara Selatan, Sumatara Barat, Jambi, hingga Kepulauan Riau.

Pada tahun 2018 mendatang, event yang sama akan melibatkan seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Lalu pada tahun 2019 mendatang, Pemprov Bengkulu akan melibatkan regional sumatera satu, yaitu Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Puncaknya, tahun 2020 dengan 52 event, bakal melibatkan seluruh provinsi di Indonesia. “Visit 2020 bakal kita ledakkan. Baik dari semua sektor, kemaritiman, wisata, UKM hingga sektor lainnya,” ujarnya.

RM mengatakan, Bengkulu Expo memang menjadi kegiatan rutin yang sering dilakukan. Namun jika dikemas dengan baik, maka event tersebut akan mendatangkan manfaat luar bisa, dari sektor ekonomi masyarakat.

“Sebelum menuju 2020, sekarang kita mulai menyiapkan. Baik infrastrukturnya, SDM-nya, listriknya, sarana prasarana wisatanya, transportasinya hingga tidak ada lagi desa yang tidak ada akses komunikasi. Agar masyarakat bisa tau, informasi visit 2020,” tambah RM.

Tak hanya infrastruktur saja, pembangunan karakter masyarakat juga akan dilakukan. Dengan menciptakan Bengkulu tersenyum. Ketika masyarakat telah tersenyum saat wisatawan datang, maka akan membawa kesan nyaman. Sehingga wisatawan dapat datang lagi ke Provinsi Bengkulu.

“Setidaknya dengan tersenyum iklas, akan membawa kesan baik, bukan luka yang didapat. Minimal, kalau orang Bengkulu datang ke Bali, itu biasa. Tapi kalau orang Bali datang ke Bengkulu, itu baru luar biasa,” ungkapnya.

Digelar 5 Hari

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM Disperindag Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni SSos MM mengatakan, Bengkulu Expo 2016 ini digelar selama 5 hari. Kegiatan tersebut, juga melibatkan stand pameran. Mulai dari UKM, perbankan, pemerintah, perusahaan swasta dan lainnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat, akan produk unggulan. Sehingga mampu meningkatkan daya saing antar produk lokal,” jelas Ismet.

Setidaknya ada 89 stand yang disediakan. Diantaranya, 32 stand SKPD pemprov, 12 stand pemda kabupaten/kota, 13 stand pelaku usaha swasta, 6 stand organisasi dan pelaku UMKM, 4 stand perbankan dan 30 stand pasar rakyat. Khusus pasar rakyat melibatkan 90 UKM se-Provinsi Bengkulu.

“Selama 5 hari banyak kegiatan yang dilakukan. Seperti Dinas Pariwisata menggelar budaya kesenian dan festival band, Dinas Koperasi, UKM Disperindag lomba tari pinguin, mewarnai hingga panggung band, serta Dinas Pemuda Olahraga, senam massal, jalan massal dan kesenian daerah,” bebernya.

Tak hanya itu, kegiatan Bengkulu Expo ini juga memberikan penghargaan satya dharma kain besurek. Seperti perintis kain besurek Era Sidojeti Soeprapto, pelopor Razie Yahya, bina karya Helmi Hasan, inisiator Jalalia Rezie, prakarsa Alcara Zamora, mitra satya Dedi Wahyudi, hingga tata graha kain besurek oleh Asniarti.

Pemberian penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menkop UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan didampingi oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti serta Wagub Bengkulu Rohidin Mersyah. (151)