Tanjung Sakti Kembali Lumpuh

LahatLAHAT , Bengkulu Ekspress – Arus lalu lintas keluar masuk wilayah Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, kembali lumpuh total. Longsor kembali menutup pintu masuk wilayah Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Pumu, di wilayah Dusun 7 Jambat Genting, Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, sekitar pukul 08.30 WIB, Kamis (12/10).

Ruas jalan negara itu sama sekali tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua atau pun roda empat. Bahkan, hingga Kamis sore, longsor sekala kecil masih terjadi, hingga pembersihan tumpukan material longsor berupa tanah bercampur batu, belum bisa dilakukan. Karena dikhawatirkan membahayakan.

Ratusan kendaraan dari dua arah pun terhenti di ruas jalan yang juga menghubungkan dengan Provinsi Bengkulu itu. Longsor kedua ini, setelah Selasa pagi (10/10), ruas jalan ini juga lumpuh di titik yang sama. Kamis pagi, longsor kembali terjadi. “Awalnya hanya tanah berjatuhan dikit, lama-lama terus bertambah dan jumlah material membayak, sampai badan jalan seluruh tertimbun,” kata Herman, salah seorang pekerja proyek pengerjaan jembatan yang berada di sekitar lokasi.

Longsor terjadi akibat tekstur tanah yang labil, akibat intensifnya hujan deras disertai angin kecang yang melanda Tanjung Sakti akhir-akhir ini. Posisi titik longsor tersebut berada di dekat tebingan terjal setinggi kurang lebih 40 meter, yang memang berpotensi longsor.

“Polisi la melarang lewat tadi, bahayo banyak batu jatuh dari tebing. Kareno ado gawehan mendesak ke Pagaralam, tepakso lewat disano jalan kaki,” kata Wati (55), warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi.

Sekda Lahat, H Haryanto SE MM MBA sudah menerima informasi lumpuhnya akses menuju dua kecamatan tersebut. Bahkan, dirinya sudah meminta Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lahat, melaporkan bencana alam itu ke Balai Besar Jalan Nasional, Palembang. “Jalan negara, tapi sudah dilaporkan,” jelasnya.

Bupati Lahat H Aswari Riva’i SE mengimbau seluruh camat memantau wilayah masing-masing, untuk memastikan bencana alam. Sehingga bila terjadi bencana alam, cepat dilakukan tindakan. “Camat sebagai ujung tombak kami dapat memonitor wilayahnya, ada bencana segera laporkan,” tegasnya.(rif)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*