Tamtam Ail Sosialisasi Lewat Lomba Gaple

RIO/Bengkulu Ekspress. MERIAH: Balon Walikota Bengkulu, Noviawan “Tam-Tam” Ail membuka lomba gaple Tam-Tam Cup dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 di GOR Sawah Lebar, Sabtu (26/8).
RIO/Bengkulu Ekspress. MERIAH: Balon Walikota Bengkulu, Noviawan “Tam-Tam” Ail membuka lomba gaple Tam-Tam Cup dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72 di GOR Sawah Lebar, Sabtu (26/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Untuk menepis pandangan masyarakat Kota Bengkulu jika Noviawan Sudirman Ail atau biasa disapa Tamtam Ail mudur sebagai Bakal calo (Balon) Walikota Bengkulu, ia pun menggelar lomba gaple untuk menyampaikan bahwa ia tidak akan mundur.

Selain itu, lomba gaple yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sawah Lebar Kota Bengkulu, Sabtu (26/8) malam ini juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.

Saat membuka lomba, Tamtam Ail mengaku bahwa ia banyak mendengar isu bahwa ia sudah mundur dari pencalonan. Untuk itulah dengan kegiatan atau pertandingan ini, ia ingin menunjukan jika keseriusannya maju dalam Pilwakot Bengkulu masih terus berjalan.

“Dengan demikian, kalau ada isu Tamtam Ail mundur, itu tidaklah benar, karena Tamtam Ail masih maju,” jelasnya.

Ditambahkannya, kegiatan atau lomba yang ia gelar ini merupakan bagian dari sosialisasi dan perkenalan bahwa dirinya akan maju dalam bursa pemilihan Walikota Bengkulu tahun 2018 ini. Dimana untuk saat ini masih dalam tahapan sosialisasi, para balon walikota yang mana saat ini semua calon belum ada yang diusung partai politik.

“Kecuali incumbent yang sudah diusung partainya, sementara yang lain belum ada,” ujarnya.

Terkait lomba gaple ini juga untuk memperingati HUT RI, ia mengaku senagaj dilakukan akhir Agustus, karena pihaknya melihat para peserta dari RT/RW di Kota Bengkulu masih banyak kegiatan masing-masing.

“Kita melihat jika diakhir bulan masyarakat sudah tidak banyak lagi kegiatan memperingati HUT RI,” ujar.

Tamtam Ail juga menegaskan bahwa lomba gaple merupakan salah satu olahraga atau permainan masyarakat Kota Bengkulu, terutama masyarakat menengah ke bawah yang hampir dimainkan setiap hari.

“Itu yang saya lihat selama ini di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Dalam pertandingan ini, lebih kurang 150 pasang peserta yang ikut untuk meperebutkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 5 juta untuk juara pertama, juara 2 sebesar Rp 3 juta, juara 3 sebesar Rp 2 juta dan juara 4 sebesar Rp 1 juta.

Dalam pertandingan domino ini sendiri, semua peserta mengikuti pertandingan sebanyak 3 ronde yang dihitung 101, nantinya dari 150 peserta akan diambil 30 peserta untuk maju ke babak pertama dan kemudian diambil 15 pemenang di babak ke 3 dan akhirnya akan dipilih juara 1 hingga 4 dengan melihat nilai terkecil dari para peserta.(614)