Taksi Online Buka Lapangan Kerja Baru

DWI/BE   Para pengendara taksi online yang merupakan PNS, karyawan swasta, hingga mahasiswa, saat melakukan pemeriksaan uji KIR kendaraan, Senin (29/1).
DWI/BE Para pengendara taksi online yang merupakan PNS, karyawan swasta, hingga mahasiswa, saat melakukan pemeriksaan uji KIR kendaraan, Senin (29/1).

Ditekuni IRT, PNS hingga Mahasiswi

Jika selama ini taksi online hanya dijumpai di kota-kota besar, namun saat ini sudah merambah ke Kota Bengkulu. Menjadi driver taksi online pun lapangan kerja baru bagi berbagai kalangan.

Dwi Nopiyanto, Kota Bengkulu

Sejak taksi online masuk ke Kota Bengkulu beberapa bulan belakangan ini, tercatat sudah 200 kendaraan yang terdaftar menjadi taksi online. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ibu Rumah Tangga (IRT), pengusaha hingga mahasiswi pun tertarik dengan pekerjaan sebagai sopir taksi online tersebut.
Selain pekerjaan ini tidak terlalu berat, penghasilan yang didapat pun lumayan besar, yakni bisa mencapai Rp 300 hingga Rp 400 ribu per harinya.

Diceritakan Budiman, salah satu sopir taksi online yang juga memiliki usaha di bidang telekomunikasi mengatakan, banyak pengalaman menarik selama menjadi sopir taksi online.

“Saya merasakan bagaimana jadi sopir, mulai dari mencari penumpang, dan menunggu orderan. Nah teman-teman kita di taksi online ini sendiri cukup banyak, ada dari kalangan PNS, mahasiswa, karyawan swasta, bahkan ibu rumah tangga,” kata Budi.

Sopir taksi online lainnya, Rian pun ikut menceritakan bagaimana pengalamannya selama menjadi sopir taksi online. Bahkan, pengalaman menarik yang didapatkan ayah anak satu ini adalah kebanyakan penumpangnya bercerita tentang persoalan pribadi.

“Saya bawa tiga penumpang. Berikutnya mereka malah banyak bercerita tentang latar belakang mereka. Ada ibu-ibu yang cerita tentang keluarganya, anak-anaknya,” tutur Rian.
Pengalaman menjadi sopir taksi online tentunya membuat ia lebih menghargai pekerjaan seorang sopir.

“Kita harus bisa menghargai profesi-profesi lain yang mungkin selama ini tidak ada dibayangan kita. Ternyata memang cukup berat dan harus kita hargai pekerjaan tersebut, apapun pekerjaannya, yang penting halal,” ungkap

Rian yang juga bekerja sebagai karyawan swasta ini.
Selain itu, Sri Hidayawati, ibu dua anak ini pun tertarik untuk mencari penghasilan lebih sebagai driver taksi online di Kota Bengkulu. Bahkan, dirinya yang sudah bergabung di Grab Car sejak November 2017 lalu banyak menyimpan serita dan pengalaman menarik.

Berbagai pengalaman menarik pun di ceritakan wanita yang akrab di sapa Mbak Sri ini, dimana dirinya yang sebagai ibu rumah tangga sekaligus istri harus pintar membagi waktu untuk keluarga. “Dari dulu saya memang terbiasa bangun sebelum subuh, nah itu waktu saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Sampai sekitar jam 7 setelah mengantar anak-anak sekolah, barulah saya mulai mencari penumpang,” kata Mbak Sri yang tinggal di Lingkar Barat ini.

Pada awalnya, lanjut Mbak Sri, pekerjaannya sebagai driver taksi online tidak mendapat dukungan suaminya. Namun setelah dirinya menjelaskan dan menyakinkan suaminya, akhirnya dirinya diizinkan untuk bekerja sebagai driver taksi online.

“Intinya ya kita saling percaya saja, insya Allah segala pekerjaan yang kita jalani menjadi berkah dan enjoy saja,” ucapnya.

Ditanyai mengenai pengalamannya dalam mengantar penumpang, Sri sempat senyum, dikatakannya banyak sekali pengalamannya sebagai driver taksi online selama tiga bulan ini. Mulai dari membawa penumpang anak-anak muda, hingga bapak-bapak. Bahkan, dirinya sering digoda oleh anak-anak muda yang menjadi penumpangnya.

“Ya gitulah, namanya kita bawa penumpang. Kadang anak-anak muda sering genit seperti mengatakan ‘wah mbak ni masih cantik kok jadi driver’, hingga terkadang saya mendapat pujian dari bapak-bapak karena pekerjaan saya sebagai driver dan juga ibu rumah tangga yang mengurusi dua orang anak. Tapi hal ini tetap saya jalani, tentunya dengan dukungan suami, anak dan keluarga. Semoga pekerjaan saya ini menjadi pekerjaan yang berkah,” imbuhnya.
Selain itu, ditanyai mengenai penghasilannya setiap harinya, Sri menjelaskan jika hal tersebut tidak pasti, namun diambil rata-rata setiap harinya dalam 12 hingga 14 trip, ia mampu menghasilkan sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per hari. Hal tersebut belum termasuk uang tips dari penumpang, dan insentif dari aplikasi grabcar.

“Kalau dibilang ya antara Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu, malah kadang lebih. Apalagi untuk regulasi di aplikasi grab setiap harinya berbeda, seperti untuk tanggal 31 Januari besok, hitungannya untuk 6 trip sebesar Rp 70 ribu, 8 trip Rp 122 ribu, 12 trip Rp 280 ribu, 14 trip Rp 320 ribu, 17 trip Rp 390 ribu,” pungkasnya. (**)