Tak Usah Pikirkan Biaya Pengobatan

Bupati jenguk Korban Kebakaran

apri-bupati-besuk-korban-kebakaran-di-rsud-arga-makmur
SIMPATI: Bupati BU Ir Mian, Kepala BPBD Made Astawa dan Direktur RSUD Arga Makmur saat melihat langsung kondisi korban kebakaran, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Arga Makmur, kemarin (2/11). (Foto APRI/BE).

ARGA MAKMUR, BE– Bupati Ir Mian bersama Sekda Drs Said Idrus Albar MM dan Kepala BPBD BU Made Astawa didampingi Direktur RSUD Arga Makmur dr Jasmen Silitonga SpKK MKes menjenguk langsung kondisi korban kebakaran yang masih menajalani perawatan intensif di RSUD Arga Makmur.

Dalam kunjungan itu Bupati meminta pihak dokter RSUD Arga Makmur untuk membentuk tim khusus menangani para korban. Sehingga kedua korban mendapatkan pelayanan secara prima dan dapat sembuh kembali seperti sebelumnya.

Bupati dan rombongan tiba di RSUD Arga Makmur sekitar pukul 09.20 WIB, kemarin (2/11). Kemudian langsung menuju ruang tempat kedua korban dirawat. Bahkan ketika melihat korban pertama kalinya, bupati langsung tersentak seakan merasakan penderitaan yang dialami kedua korban.

Dalam dialog singkat dengan Direktur RSUD Arga Makmur dr Jasmen Silitonga SpKK MKes, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) BU H Ikhsan MKes serta dokter dan perawat yang ada. Selain meminta dibentuknya tim, bupati menyarankan jika tidak mampu dirawat di RSUD Arga Makmur, agar kedua korban dapat dirujuk ke RS yang lebih baik ke Kota Bengkulu. Sedangkan mengenai biaya perawatan korban, bupati telah memerintahkan Dinkes serta pihak RSUD mengurusinya. Tak hanya itu, bupati juga sempat memberikan support serta motivasi kepada keluarga korban yang ada di RSUD untuk tambah dalam menghadapi cobaan.

Bupati BU Ir Mian usai menjenguk korban kebakaran mengatakan agar pihak keluarga tidak perlu mengkhawatirkan segi biaya perawatan selama di RSUD Arga Makmur. Karena bupati berjanji akan mengurusi semuanya melalui dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang ada.

“Kalau biaya tidak usah pihak keluarga memikirkannya. Pokoknya berikan perawatan yang terbaik. Banyak pos anggaran yang bisa kita alihkan untuk membantu semua biaya perawatan korban,” ujar bupati.

Bupati juga menyampaikan sangat prihatin melihat kondisi kedua korban yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD. Untuk itu bupati mengharapkan agar kedua korban diberikan perawatan yang maksimal sesuai dengan kemampuan yang ada di RSUD. Jika tidak memungkinkan, maka dapat dirujuk ke RS di Kota Bengkulu agar mendapatkan perawatan lebih maksimal.

“Kita semua tentunya sangat prihatin melihat kondisi korban yang seperti itu. Tidak ada yang bisa kita salahkan. Karena musibah dapat terjadi kepada kita kapanpun dan bagaimanapun bentuknya. Yang jelas saya sudah tekankan kepada pihak RSUD berikan perawatan maksimal untuk kedua korban,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Waka Polres Kompol Eko Sisbiantoro SIK menyebutkan penyebab kebakaran bersumber dari korsleting aliran listrik yang berada di ruang tengah bangunan ruko bagian tengah. Kemudian karena tiupan angin yang cukup kencang api membesar dengan cepat kearah dapur. Sehingga menimbulkan ledakan yang berasal dari tabung gas.

“Kita sudah lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dugaan sementara, sumber api dari korsleting listrik di bagian tengah ruko. Kemudian menyebar ke sisi kiri dan kanan bangunan,” pungkasnya saat ditemui Bengkulu Ekspress (BE) di Mapolres BU, kemarin.(cw5)