Sungai Lisai Butuh Perahu Karet

sungai-lisai-butuh-perahu-karet
Dok/Bengkulu Ekspress. ANGKUTAN : Salah satu angkutan barang menuju desa sungai lisai dengan menggunakan ban dalam yanh dihanyutkan di sungai sebelat.

PINANG BELAPIS, Bengkulu Ekspress – Tingginya biaya transportasi menuju Desa Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis tampaknya bisa ditekan, terutama untuk pengangkutan bahan kebutuhan hidup yang diambil dari luar Desa Sungai Lisai. Menekan biaya ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan perahu karet melewati aliran sungai Sebelat.

Diungkapkan Salah satu warga Desa Sungai Lisai Ajron, penggunan perahu karet ini sudah dilakukan oleh Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi pada saat melakukan kunjungan kerja ke desa yang berada di zona inti Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) tersebut.

“Selama ini warga menggunakan ban untuk mengangkut barang dari Desa Sebelat Ulu, namun kapasitas muatan beban masih tergolong kecil. Harapan kami pemerintah daerah dapat membantu warga Sungai Lisai dengan memberikan bantuan perahu karet. Hal itu bisa menekan biaya untuk pengangkutan barang warga yang di beli dari luar Desa,” harap Ajron.

Ditambahkan Ajron, selama ini biaya yang dikeluarkan warga untuk mengakut barang dari Desa Sebelat Ulu ke Desa Sunga Lisai cukup tinggi, yakni untuk 1 Kg barang yang di bawa baik menggunakan ojek motor ataupun capung (kuli angkut) pemilik barang harus mengeluarkan biaya Rp 2500. Daya angkut Ojek ataupun capung hanya antara 30 – 50 Kg, karena Medan yang dilewati cukup sulit.

“Kalau menggunakan perahu karet saya yakin biaya bisa ditekan dan muatan juga lebih banyak. Kami sangat berharap agar pemerintah daerah dapat meberikan bantuan perahu karet,” kata Ajron.(777)