Suku Anak Dalam Berkeliaran

suku-anak-dalam
BUDI/Bengkulu Ekspress. MINTA: Suku anak dalam yang melintas di Kabupaten Mukomuko dan meminta bantuan kepada pengendara yang melintas.

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Untuk kesekian kalinya suku anak dalam berasal dari Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi berkeliaran di wilayah Kabupaten Mukomuko. Suku anak dalam mulai dari balita, anak – anak , remaja dan dewasa berjalan kaki dari arah Ipuh menuju Kota Mukomuko. Ini menyebabkan jalan lintas barat (Jalinbar) tersebut ramai dan menjadi perhatian masyarakat setempat dan pengendara yang melintas. Pasalnya, jumlah suku anak dalam sekitar puluhan orang itu menyetop setiap kendaraan yang melintas dan meminta uang dan bantuan seadanya.

“Kami dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan hendak pulang ke Muaro Bungo,” aku sejumlah suku anak dalam yang mengaku sudah beberapa hari berjalan kaki di wilayah Mukomuko.

Ia juga mengaku, tidak menganggu jalan lintas dan meresahkan masyarakat. Pihaknya hanya menumpang lewat dan minta bantuan seadanya.

“Bagi yang memberi kami ambil, jika tidak kami tidak memaksa,” katanya.

Pihaknya belum dapat memastikan beberapa hari lagi tiba di Muaro Bungo. Perjalanan yang dilakukan itu mengikuti adat di daerahnya setiap ada musibah kematian. Keluarga dan family harus pergi dari wilayah itu secara berkelompok hingga tiga bulan. Setelah waktu selesai dibolehkan lagi untuk pulang ke kampung halamannya.

“Ini sudah hukum adat kami. Jika tidak diikuti kami akan disanksi adat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mukomuko, Drs Haryadie Nazar melalui Kasi Rehabilitasi Sosial, Sudirman SSos MPS Sp menyampaikan, hingga hari ini (kemarin), puluhan anak suku dalam itu masih berjalan kaki mengarah Kota Mukomuko. Untuk sementara jajarannya yang melibatkan tenaga kerja sukarela di kecamatan – kecamatan melakukan pemantauan. Jumlah suku anak dalam itu sekitar 33 orang.

“Ini yang kedua kalinya masuk ke Mukomuko. Saat ini kita pantau dan diimbau agar puluhan anak suku dalam itu tidak meresahkan masyarakat,” singkatnya. (900)