Sudah Kunjungi 30 Provinsi dan 382 Kabupaten/Kota

Bengkulu
FOTO BERSAMA: Saat tiba di Bengkulu Selatan, Kang Andik foto bersama dengan Asisten 1 Bupati dan Plt Sekwan Bengkulu Selatan, Jum’at (31/3/2017).

Raden Andik Jaya Prawira (74), Keliling Indonesia dengan Bersepeda

Raden Andik Jaya Prawira, pria Kelahiran 74 tahun silam ini terlihat segar saat tiba di kantor Bupati Bengkulu Selatan (BS) dan Sekretariat DPRD Bengkulu Selatan, kemarin (31/3/2017). Bahkan tidak terlihat rasa lelah dari wajah pensiunan PNS Dinas Kehutanan Banten yang sudah dikaruniai 7 anak dan 12 cucu ini.  Selama 2,5 tahun berkeliling Indonesia, banyak pengalaman yang didapat, bahkan  rasa rindu dengan keluarga selalu menghinggapinya setiap saat. Bagaimana perjalanannya dan cara mengobati rasa rindu dengan keluarga. Berikut laporannya.

Asrianto-Bengkulu Selatan

Sebelum meninggalkan Bengkulu Selatan saat hendak menuju Kabupaten Kaur, Kang Andik, sapaan rekan-rekannya yang mengiringi perjalanannya, sempat bercerita pada awak media.
Kang Andik mengaku, tujuan berkeliling Indonesia untuk mengkampanyekan jaga dan lestarikan hutan untuk generasi penerus masa depan. Dalam kunjungan itu, pengalaman yang paling berharga saat bisa mengunjungi berbagai tempat dan bisa merasakan masakan khas daerah tersebut.

“Selama 2,5 tahun berkeliling Indonesia, saya sudah sampai pada perbatasan Indonesia baik di bagian Barat, Timur, Utara maupun Selatan. Yang tak kalah pentingnya, saya bisa mencicipi masakan khas daerah itu langsung di daerah asalnya,” katanya.

Menurutnya, selama 2,5 tahun berkeliling Indonesia dengan hanya mengayuh sepeda, Kang Andik sudah mengunjungi 30 provinsi dan 382 kabupaten/kota dengan jarak tempuh sejauh 30 ribu km.

Ketika rindu dengan keluarga, ia selalu melakukan video call menggunakan handpone kepada anak cucunya. “Untuk mengobati rasa rindu, setiap hari bahkan setiap pagi dan malam saya selalu video call dengan keluarga saya, terutama dengan cucu-cucu saya, mereka selalu menanyakan kondisi kesehatan saya, di mana lokasi saya dan apakah saya sudah makan atau belum,” ujarnya dengan diiringi canda tawa penuh akrab.

Diceritakan Kang Andik, selama 2,5 tahun perjalanan, dirinya tidak pernah nginap di hotel atau mengeluarkan biaya untuk ke penginapan. Selama berkeliling Indonesia, ia selalu tidur di rumah warga atau teman-temannya sama-sama alumni sekolah kehutanan Menengah Atas (SKMA). Sehingga dirinya tidak perlu memikirkan biaya penginapan.

Sementara dalam waktu 2,5 tahun sepeda itu sudah 7 kali ganti ban luar, 5 kali ganti sadel, 8 kali ganti kampas rem, dan 4 kali ganti porsneling. Hal itu lantaran setiap hari selalu melakukan perjalanan. “Setiap hari saya mengayuh sepeda mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Namun dalam satu hari itu hanya 5 jam bersepeda, sisanya  untuk beristirahat,” imbuhnya.

Dijelaskan Kang Andik, setelah Provinsi Bengkulu ini, ia masih menyisakan 4 provinsi lagi yang harus disinggahinya, yakni Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung. Setelah itu, dirinya kembali berkumpul bersama keluarga lagi di Provinsi Banten. Pada setiap sampai ke kabupaten/kota, ia selalu singgah dan meminta tanda tangan dari petinggi daerah tersebut. Hal itu dimaksudkan, sebagai bukti jika dirinya sudah sampai di daerah itu.

“Sebagai bukti saya sudah sampai ke kabupaten/kota setiap provinsi, saya minta tandatangan petingginya, saya hanya berpesan agar setiap daerah menjaga hutan lindung atau hutan tanaman rakyat dan hutan kota, agar hutan tetap lestari,” tutup Kang Andik. (***)