Spesialis Pencuri Motor Revo Dibekuk

DIBEKUK: Dua spesialis curanmor yang sudah beraksi di 7 TKP berhasil dibekuk bersama barang bukti hasil curian mereka.
DIBEKUK: Dua spesialis curanmor yang sudah beraksi di 7 TKP berhasil dibekuk bersama barang bukti hasil curian mereka.

KOTA MANNA, BE – Dua orang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang sudah terlibat di 7 tempat kejadian perkara (TKP), berhasil dibekuk tim khusus (timsus) Satreskrim Polres Bengkulu Selatan (BS). Menariknya, pelaku ini merupakan spesialis pencuri motor Honda Revo. Dari 7 TKP pencurian, 6 unit motor Revo dan 1 unit Honda Blade.

Kapolres BS BS, AKBP Odiva SIK melalui Kabag Ops, Kompol Nur Zaini Toha SIK didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar dan KBO Reskrim, Iptu R Ginting, saat konfrensi pers di Mapolres BS, Selasa (1/11), mengungkapkan, kedua spesialis curanmor tersebut berinisial Wi (29), warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Kedurang dan Ni (25), warga Desa Betungan Kecamatan Kedurang Ilir.

“Wi dibekuk saat berada di salah satu warnet di Kota Manna, sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (30/10). Sementara Ni dibekuk saat berada di lokasi pesta pernikahan di Desa Karang Cayo Kecamatan Pino Raya sekitar pukul 22.30 WIB, Minggu (30/10),” ujar Kabag Ops, kemarin.

Nur Zaini menyampaikan, keberhasilan pihaknya membekuk kedua pelaku tidak terlepas dari laporan masyarakat. Berawal pada Sabtu (29/10) sekitar pukul 21.30 WIB, Tono (31), warga Desa Karang Cayo Kecamatan Pino Raya melapor ke Mapolres BS, bahwa satu unit sepeda motornya yang hilang di Jalan Trip Kastalani, Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya didapat informasi dari masyarakat, jika kedua pelaku tersebut sering gonta ganti sepeda motor, padahal ekonominya pas-pasan. Setelah itu polisi langsung menyelidiki keberadaan pelaku, hingga akhirnya berhasil dibekuk. Dari pengakuan pelaku, keduanya sudah mencuri sepeda motor di 7 TKP di Kabupaten BS dan Kabupaten Kaur. (Lihat Grafis).

“Saat ini 5 sepeda motor yang sudah berhasil kami amankan, termasuk sepeda motor Yamaha Vixion milik pelaku yang mereka gunakan untuk menjalankan aksinya. Sedangkan 3 unit lagi masih dicari, sebab berada di Jambi dan Tumbu’an (Seluma),” ujar Nur Zaini. Terkait banyak motor Honda Revo yang dicuri pelaku, menurut pengakuan pelaku hal itu mudah dilakukan.

Adapun para penadah tersebut, sudah dimintai keterangan sebanyak 3 orang yakni Jm, Rm dan No. Hanya, saja usai diperiksa mereka tidak ditahan, hanya dikenakan wajib lapor.

“Tiga penadah sudah kami mintai keterangan, namun mereka tidak kami tahan, akan tetapi proses hukum tetap lanjut,” ujar Rizqi.

Dengan maraknya aksi curanmor ini, Nurzaini dan Rizqi mengimbau warga BS agar selalu waspada dengan tetap memasang kunci pengaman tambahan saat parkir, lalu warga diimbau agar tidak membeli barang bagus dengan harga murah, sebab karang tersebut diduga kuat hasil curian. “Yang pasti kalau sepeda motor bukan hasil curian, tentu harganya normal, jika sangat murah, jangan dibeli, sebab diduga kuat hasil curian,” tandas Nur Zaini diamini Rizqi.

Selain itu, Nurzaini mengimbau, bagi warga yang merasa kehilangan sepeda motor segera melapor ke Mapolres BS. Motor tersebut bisa dipinjamkan sementara, sembari menunggu proses hukum terhadap kedua pelaku selesai.(369)

TKP Pencurian Motor Melibatkan Wi dan Ni

1. Honda Blade di Jalan SMKN 1 BS, dijual kepada Jm (31) warga Desa Tanjung Aur, Tanjung Kemuning, Kaur.
2. Honda Revo di Kecamatan Bunga Mas, dijual kepada Rm warga Desa Rantau Sialang, Kedurang.
3. Honda Revo Absolut di Jalan SDIT Kelurahan Tanjung Mulia, Pasar Manna dijual kepada Yu, warga Kota Bengkulu.
4. Honda Revo Absolut Jalan Letnan Sulik, Gang Telkom, dijual kepada No warga Desa Betungan Kecamatan Kedurang Ilir.
5. Honda Revo di Jalan Veteran, Padang Kapuk Kecamatan Kota Manna, dijual kepada Np warga Provinsi Jambi.
6. Hond Revo di Kelurahan Ketapang Kecamatan Manna. Belum sempat dijual
7. Revo Absolut dan Jalan Duayu, belakang Puskesmas, Kecamatan Pasar Manna, dijual mereka pada Bo, warga Tumbu’an, Seluma.