Soal Mutasi, DPRD Pertanyakan Keterbukaan Pemprov Bengkulu

Edi sunandarBENGKULU, bengkuluekspress.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edi Sunandar mempertanyakan transparansi Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti soal mutasi, kemarin, (14/09/2016). Ia melihat berita dari beberapa media, pada saat kegiatan mutasi dan pelantikan pejabat eseolon II dan III wartawan tidak boleh meliput.

“Di zaman keterbukaan seperti ini, hal ini seharusnya tidak terjadi. Kalau terjadi justru akan merugikan pihak pemprov terutama Gubernur sendiri,” katanya, Kamis (15/09/2016).

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Edi, masyarakat akan menilai kinerja Pemprov Bengkulu tidak baik. Sebab, dari wartawan lah masyarakat Bengkulu akan mengetahui informasi apa yang dilakukan pemerintah.

“kita harus menghargai teman – teman wartawan untukn meliput, baik di pemerintah daerah, DPR dan instansi lain. Karena lewat media inilah perpanjangtangan kondisi yang ada sehingga masyarakat menjadi tahu,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada Gubernur beserta staffnya untuk tidak terlalu arogan.

“Gubernur harus mengetahui kondisi wartawan. Jangan sampai seolah olah Gubernur ini dimusuhi,” ujarnya.

Sementara itu, dari twitter resmi @ridwanmuti 1963, alasan Gubernur melarang wartawan meliput karena kondisi ruang rafflesia tempat kegiatan mutasi terbatas. Kegiatan mutasi tersebut juga bukan rahasia.

@curup_online tdk ada yg rhs, tmpt terbatas, pltkn di ruang rpt sempit krn hy sedikit; pltkn 6 pjbt saja (3pjbt es2 dan 3 es3).” tulis akun @ridwanmukti1963 menanggapi pemberitaan, Rabu (14/09/2016).

Untuk diketahui, pada saat pelantikan pejabat mutasi yang digelar di Ruang Rafflesia hanya satu wartawan yang dipersilahkan masuk. Hanya saja wartawan tidak sepakat bila hanya satu orang yang masuk. (Dil)