SMPN 1 Bengkulu Selatan Terapkan FDS

dewan-guru-smpn-1-bs

KOTA MANNA, BE – Adanya pencanangan program Full Day School (FDS) oleh Menteri Pendidikan Nasional dan kebudayaan Republik Indonesia, Prof Muhadjir Effendi yang akan dimulai tahun 2017. Sebagai persiapan awal, dari 250 sekolah yang ditunjuk Menteri untuk menjadi pelopor program FDS, maka mulai Senin hari ini, program FDS mulai diterapkan di SMPN 1 BS.

“SMPN 1 BS salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah pelopor penerapan FDS, maka Senin besok (hari ini, red) kami akan memulai menerapkan FDS tersebut,” kata Kepala SMPN 1 BS, Nasrul Effendi MPd.

Menurut Nasrul, dimulainya pelaksanaan FDS pada hari ini, sebagai langkah awal atau pemanasan sebelum program FDS benar-benar diterapkan. Sehingga dilakukan uji coba atau pemanasan penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dalam program PPK ini, ada lima pilar utama yang perlu dilaksanakan yakni religius, nasionalis, kemandirian, integritas, dan gotong royong. Dicontohkan Nasrul, untuk kegiatan religius, saat ini sudah dimulai ceramah agama yang diisi oleh siswa setiap Jum’at pagi, kemudian nasionalis diterapkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan.

“Untuk nasionalis sendiri, akan kami terapkan menyanyikan dua lagu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan satu lagu sebelum pelajaran berakhir,” ujarnya.

Dijelaskan Nasrul, pada penerapan program FDS ini, ada 6 cara yang akan diterapkan yakni penerapan gerakan literasi sekolah, adanya kokulikuler dan intrakulikuler dalam proses pembelajaran, peningkatan karakter dengan ekstra kurikuler, pembiasan kegiatan baik di luar maupun di dalam kelas, dan berpegang teguh pada peraturan pemerintah, agama dan sekolah. Dengan dimulainya penerapan ini, sambung Nasrul, seluruh guru dan staf wajib datang pagi hari sebelum pukul 07.15 WIB dan pulang waktu normal pukul 13.30 WIB.

“Dimulainya kegiatan PPK ini sudah kami sampaikan pada semua guru dan staf, semua siswa dan juga para wali murid, untuk saat ini masih pemanasan, sehingga ketika FDS diterapkan pada 2017 nanti, sekolah kami sudah terbiasa dan tidak kaget lagi,” demikian Nasrul. (369)